Kenapa Lesu Menulis?

Ketika menulis sebagai dorongan hobi tanpa orientasi keuntungan tertentu, bisa jadi ada waktu terkadang muncul rasa lesu. Saya kira itu hal yang manusiawi. Bukan berarti terkikisnya hasrat untuk berbagi. Tetap semangat untuk ngeblog dan sharing apa saja yang sekira bermanfaat dalam tujuan lingkup kesejahteraan bersama. Akan tetapi, ketika rasa lesu datang tiba-tiba menderu, apakah musti dipaksakan? Kenapa dan bagaimana keadaan yang melatarbelakangi semua itu?

Ketika ide bersliweran, inspirasi untuk ditulis juga beterbangan di sekitar alam pikiran dan sentuhan rasa, minta ditangkap, namun rasa lesu masih melanda. Mungkin kurang baik jika dipaksakan. Atau lebih baik tetap dipaksakan. Biasanya lebih tergantung pada kepentingan. Yang menjadi masalah kemudian ialah apabila faktor-faktor di luar kepenulisan lebih besar dibanding kepentingan itu. Katakanlah lebih mendesak. Ya mau bagaimana lagi. Ikuti saja kata hati. Lesu atau tidak lesu, biarkan seperti aliran air. Toh bukan tuntutan profesi dengan beban semacam deadline atau kontrak tulisan.

Lantas apa saja yang menjadi penyebab lesu dalam menulis?

(IMHO)
1. Kesehatan.
2. Kesibukan.
3. Beban masalah.
4. Sedang malas.
5. Tidak ada mood.
6. Kehabisan pulsa.
7. Fasilitas sedang rusak.
8. Ada kegiatan lain lebih menarik.
9. Konflik batin.

Sementara 9 saja, bisa dijelaskan mendetil lain waktu saja. Sedang belum mood sih… Hehe… Maaf ya.

Salam.
Puyuh Jaya.

5 responses to “Kenapa Lesu Menulis?

  1. mas arief tetap semangat ya buat nulis tentang puyuh! aku yakin banyak yang mau tau lebih mengenai puyuh. go…go..puyuh

  2. Ah, penyakit ini sedang menjangkit diri saya. Sejak kepindahan ke Bogor, saya belum sempat menulis lagi karena masih beradaptasi dengan jadwal kegiatan di sini😀

  3. Salam puyuh jaya.
    Telat2 dikit komennya tidak apa ya…
    Waah…, nih uneg2 Sang penulis.
    Tapi salut dulu untuk siapapun yang hobi nulis, lebih2 karya yang beraneka manfaat. Termasuk juragan puyuh jaya yang saya yakini memang punya hobi menulis serta rasa untuk berbagi. Saya sendiri ingin bisa seperti pak Arif tapi belum kesampaian juga, bisa jadi karena belum bisa menghadapi 9 faktor itu ya, atau jangan2 ada satu tambahan “malas” mudah2an tidak.

    Titik jenuh setiap hobi pasti memang muncul, 9 faktor itu memang sering menjadi pengganggu untuk berkarya. Saya yakin pak arif pandai mencari celah untuk menghilangkan titik jenuh itu. semangat terus, banyak peternak yang menanti pak arif disana, khususnya peternak puyuh. Barokalloh.

    salam semangat. puyuh jaya bersatu.

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s