Acuan atau Dasar Kandungan 35% Asam Amino / Protein dalam Pakan Puyuh Petelur [kiriman dari Mas Sholehuddin LQF Jember Jatim]

Bukan berarti mengangkat kontra pendapat mengenai standar kandungan protein / asam amino dalam pakan puyuh petelur, namun Bp Sholehuddin dari LQF Jember Jawa Timur mengirim via email di puyuhjaya perihal dasar / landasan yang menjadi acuan atas kandungan 35% protein / asam amino dalam pakan puyuh petelur yang ditemui di Jember Jawa Timur.

karena masalah protein 35% kembali mencuat, maka saya hampiri peternak yg menggunakan protein 35%, ternyata beliau mengacu pada buku yg beliau pernah beli.
Buku ” beternak Puyuh secara komersil” karangan Eily Listiyowati dan Kananti Roospitasi, terbitan PS (Penebar Swadaya). pada halaman 67.

=================#
artikel terkait:

Sedikit Tentang Tepung Ikan dan Bungkil Kedelai sebagai Sumber Asam Amino dalam Campuran Pakan Puyuh (Unggas)

Artikel dalam kategori Pakan Puyuh dan Permasalahan

About these ads

6 responses to “Acuan atau Dasar Kandungan 35% Asam Amino / Protein dalam Pakan Puyuh Petelur [kiriman dari Mas Sholehuddin LQF Jember Jatim]

  1. M. Sadih Mulyadi,SP

    mohon maaf mau ikut nimbrung sedikit.
    setelah sy amati pada buku yang dimaksud adalah bentuk rancangan penelitian seseorang, bukan dilakukan oleh peternak, kemudian didapat hasil masing-masing perlakuan 1,2,3,4. data tsb berupa data mentah yang harus diolah secara statistika dan diuji lagi, uji T atau uji F baik (BNJ ,BNT.dsb).
    memang sangat disayangkan, ketika masalah pakan dg protein 35% dimunculkan kepublik, katanya dilakukan oleh seorang peternak di jatim. tentu saja bagi orang yang pernah belajar ternak akan memuncul seribu tanda tanya besar (seperti yg dilontarkan pak Abimanyu misalnya). seharusnya pihak pertama yg memunculkan seharusnya memfilter/menyaring jangan menelan mentah-mentah apa yang dikatakan pada sebuah buku dan lagi pula itupun pada buku tsb berupa rancangan pada sebuah penelitian. masih menunggu hasil, pembahasan dan kesimpulan.
    pada hal pada uraian dlm buku yg dimaksud, penulis menyarankan kisaran protein masa 0-3 minggu 25% dan masa bertelur 18-20% saja dan tidak menyebut protein 35% pada uraiannya di buku tersebut.
    demikian dari saya, mohon maaf bila kurang berkenan.

  2. WK Puyuh _semarang

    bapak soleh dampak kalau sampai mencapai proteinya 35% atau range 22-30 bagaimana??dampak ke eproduksinya,fisikly & hasil telurnya??maaf saya mau belajar dari para senior..nuwun

  3. @WK Puyuh_semarang Setau saya unggas itu imbangan proteinya sekitar 16%-21%, kalo diatas 25% dan yang digunakan utk meningkatkan protein adalah dengan mengorbankan energi metabolis, bisa terjadi pembakaran protein menjadi energi, akibatnya feses menjadi bau (mungkin karena nitrifikasi??) dan bisa menyebabkan kerontokan bulu

  4. menurut penelitian yang baru saja saya lakukan yaitu pakan bebas pilih pada burung puyuh, puyuh usia bertelur menyukai pakan sumber protein. kecenderungan menyukai pakan protein menyebabkan konsumsi protein tinggi dan konsumsi energi rendah. Hal tersebut mengakibatkan produksi telur rendah, karena untuk memetabolisme protein menjadi energi juga membutuhkan energi, sedangkan dalam proses berproduksi juga membutuhkan energi, sehingga konsumsi protein yang terlalu tinggi dinilai kurang efektif.

    • ya. perubahan protein menjadi energi membutuhkan energi lagi “. itu berlaku pada saat energi dalam tubuh pd batas kondisi kurang energi, jika cukup energi maka protein akan dibuang, bisa dalam bentuk asam urik, betul dikatakan WK Puyuh_semarang kotoran akan bau.
      bau karena N (Nitrogen) yang dibuang bersama feses akan diuraikan lagi oleh Bakteri menjadi NH3 (amoniak). selain kotoran bau juga kotoran akan basah karena unggas dipaksa mengeluarkan asam uruik tadi memerlukan banyak air minum.
      ” perubahan protein menjadi energi biasanya terjadi pada manusia yang menderita diabetes mellitus, glukosa dalam darah yang seharusnya dipakai untuk aktifitas dan sisanya yang biasa disimpan dalam bentuk glikogen (gula) otot tidak bisa terjadi, karena glukosa tadi dikeluarkan bersama urine, maka kekurangan energi diambil dari jaringan (mengandung protein).

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s