Tag Archives: Tentang Menulis

Menjaga Semangat dalam Menulis

Ibarat menyuguhkan hidangan, tulisan adalah sajian dari hasil olah menulis. Seperti halnya memasak, perlu ada api untuk mematangkan masakan. Demikian juga dalam menulis, memerlukan api yang selanjutnya disebut sebagai semangat.

Agak heran juga ya. Kenapa semangat lebih sering, atau malah selalu digambarkan sebagai api. Api semangat.

Lantas bagaimana tentang menghidupkan api semangat dalam menulis? Baca lebih lanjut

Mengapa saya Lebih Suka Menggunakan Bahasa Baku dalam Menulis Artikel di Blog

Bahasa baku itu sebenarnya yang bagaimana ya? Sepertinya ahli bahasa bisa lebih menerangkan. Biarpun begitu kalau boleh saya sedikit IMHO alias menurut saya, lebih tepat kepada penulisan yang baku. Yang standar. Walaupun mungkin tidak harus EYD banget.
Terutama terkait dengan penulisan di internet sesuai dengan postingan ini.

Sebenarnya lagi, menulis di internet itu bebas-bebas saja sih. Toh bukan menulis untuk presentasi ilmiah semacam skripsi, thesis, maupun disertasi. Baca lebih lanjut

Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Menulis

Yang dibutuhkan untuk menulis, tentu saja secara fisik adalah sarana dan prasarana. Pada jaman dahulu, dikenal adanya lontar, bahkan tulang unta. Lebih dahulu lagi, sekedar menuliskan di dinding batu. Coba buka-buka lagi atau ingat pelajaran sejarah.

Perkembangan jaman, kemudian dikenal adanya kertas sebagai bagian dari sarana menulis. Seiring kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, hingga sekarang, menulis pun bisa di dunia maya. Di hamparan alam internet dengan segenap hiruk pikuknya. Baca lebih lanjut

Ternyata Aktivitas Menulis Sudah Membudaya di Masyarakat Kita, Benarkah?

Mengungkapkan pikiran dan perasaan bisa dengan lesan dan atau dengan tulisan. Pengungkapan dengan tulisan itulah kemudian memunculkan kegiatan/aktivitas yang disebut dengan menulis. Merangkai huruf demi huruf, menjadi kata, kalimat, paragraf, hingga menjadi satu kesatuan artikel yang utuh.

Rasanya sama saja dengan pengungkapan lewat lesan, seperti halnya berbicara, hanya saja caranya ditulis. Yang keluar bukan suara, tetapi tulisan. Begitu prinsip saya tentang menulis.

Aktivitas menulis, sekarang sudah menjadi hal biasa. Bukan hanya dimiliki oleh penulis-penulis profesional yang sudah menerbitkan buku, baik itu fiksi maupun non fiksi. Hampir semua orang sekarang menjadi penulis. Yang mana mereka mengungkapkan pikiran dan perasaan, lewat tulisan.
Apa saja yang menandai demikian, sehingga saya anggap menulis telah membudaya? Baca lebih lanjut

Mau Nulis Apa? Menulis Saja Apa yang Dibatin

Pada waktu sekolah dasar dulu, pernah diajarkan tentang membatin dalam membaca. Seiring perkembangan waktu, menginjak kelas yang lebih tinggi, hingga SMP, SMU, sampai Perguruan Tinggi, bahkan yang pasca sarjana, membaca ketika sedang belajar: dengan membatin. Membaca koran, majalah, buku, tulisan apapun di internet: hampir semuanya dengan membatin. Membacanya dibatin.
Sama juga dengan menulis. Menuliskan apa yang dibatin. Suara batin. Mungkin termasuk suara hati. Baca lebih lanjut

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Terima Kasih]

Lebih dari satu tahun tidak ngeblog. Bahkan tidak internetan. Membuka dan ingin aktif lagi pada bulan Juli yang lalu, terasa suasananya berbeda dengan satu tahun yang lalu. Ah, saya pikir karena blog lawas masih kena masalah, ada yang memblokir, karena pernah ada postingan yang menyinggung rasisme.
Dengan pertimbangan itu pula, lantas saya bikin blog puyuh jaya ini. Siapa tau suasananya akan seperti dulu lagi.

Setelah beberapa waktu berjalan. Ternyata masih sama. Wah, perlu introspeksi nih. Mungkin dalam penyampaian via tulisan, kurang “menggigit”. Atau saya kurang blog walking?

Sebenarnya apa yang saya maksud dengan suasana berbeda ini? Baca lebih lanjut

Mood Menulis Hilang, Kenapa?

Menulis, suatu aktivitas yang mengasyikkan. Huruf demi huruf, menjadi kata, menjadi rangkaian kalimat yang mempunyai arti. Ada pesan yang disampaikan, atau curhat ungkapan perasaan.

Bukan sekedar jari-jari yang bergerak. Ada pikiran dan perasaan tercurah di sana. Penyaksian, pendapat, juga isi hati.
Banyak hal bisa ditulis: pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, pendapat, dan lain-lain. Dunia kata yang tidak ada habis-habisnya. Mengalir setiap waktu.
Namun ada saat, macet untuk menulis. Mood hilang. Kenapa? Baca lebih lanjut