Ketika Harga Telur Puyuh Dihadapkan Harga Pakan Puyuh

Tentu tidak akan membandingkan antara harga telur puyuh dengan harga pakan puyuh. Yang satu dalam butiran harganya ratusan perak rupiah, satunya lagi harga per-sak-nya ratusan ribu rupiah.

Namun lain apabila telurnya berbutir-butir, menjadi layak dilawankan antara harga telur puyuh dengan harga pakan puyuh. Bahkan ini menjadi hal yang pokok dalam beternak burung puyuh petelur. Kunci untuk bisa membeli pakan, ada pada harga telur.

Saya pribadi sebagai peternak plasma puyuh kemitraan tentu tidak bisa bebas begitu saja memilih merk pakan. Semuanya sudah diatur oleh inti plasma. Namun beberapa kali asal sudah memenuhi batas feed intake, saya beli merk lain sambil mencoba bagaimana hasilnya.

Bermacam-macam merk pakan yang beredar dan saya temui di berbagai toko pakan, saya ambil rata-rata untuk sekarang seharga Rp 225.000 per-sak 50 kilogram.

Jika dihitung pada kebutuhan standar pakan puyuh dalam satu minggu 22 gram per-ekor per-hari, maka 50 sak tadi untuk memenuhi kebutuhan pakan sekitar 324 ekor burung puyuh piaraan.

Misalnya produksinya dalam 7 hari masuk 90%. Berarti terkumpul telur 2041 butir.
Dengan harga Rp 175 perbutir, akan didapat hasil belum bersih (lihat: analisa) sejumlah Rp 357.175 perminggu untuk satu sak pakan. Hasilnya dibersihkan lagi dari hasil tersebut Rp 357.175 dikurangi harga pakan Rp 225.000 akan ketemu keuntungan Rp 132.175 per-minggu.

Asumsi: harga telur 175 perbutir, harga pakan 225ribu per-sak, produksi 90%.
Berarti untuk membeli 1 sak pakan puyuh, membutuhkan sekitar 1286 butir telur puyuh.

Nah… Selanjutnya bagaimana jika harga telur puyuh senilai 140 per-butir, sedangkan harga pakan tidak ada penurunan?
Masih ditambah lagi bagaimana jika produksinya berkisar 70% saja?

Silahkan dihitung sendiri.

Lantas bila melihat harga pasar sekarang, yang bahkan konon katanya ada yang 90 rupiah perbutir saja diberikan, saya kira jelas sudah bukan peternak lagi yang menjual.
Banyak faktor yang ikut bermain dalam lingkaran usaha ternak puyuh secara global. Mulai dari pembibitan, bahan pakan puyuh, harga telur, pedagang, sampai pada penyerapan pasar oleh konsumen telur puyuh. Rangkaian yang tidak ada putusnya. Semuanya berkaitan. Saling berhubungan baik langsung maupun tidak langsung dalam satu dunia usaha puyuh.

Sekedar bincang-bincang saja.
Semoga bermanfaat.

Salam hangat dan sejahtera selalu.

[Puyuh Jaya]
email: puyuhjaya@gmail.com

Iklan

13 responses to “Ketika Harga Telur Puyuh Dihadapkan Harga Pakan Puyuh

  1. mantab dah, ikut nyimak aza

  2. Silahkan ngapain mas….

    Saya kira mas Arif tidak kena dampak gonjang-ganjing harga telur sekrang, karena sbg anggota inti plasma, sudah di jamin penjualannya, tapi sy salut mas arif begita perhatian dg saya atau yg lain sebagai peternak mandiri.

    Sekedar curhat, boleh kaaaannnnn…..
    Saat ini hasil telur saya tidak ada pengepul atau pengecer yang menerima, alasannya pasar sepi, banyak orang jualan telur puyuh alias banjir bandang telur (karena tempat di Mojokerto jarang peternak puyuh) dari Kediri, Tulung Agung dll

    Beberapa minggu yg lualu juga demikian, akhirnya dg niat amal/sodakah maka dg ikslas saya bagi2kan pada tentangga dan saudara.

    Ternyata minggu ini terjadi lagi, menurut mas Arif gimana solusinya !

    sAYA YAKIN mas puyuhjaya punya seribu cara, karena sudah banyak ilmu yg diserap dari berbagai nara sumber yg kompeten.

    Trim sebelumnya

    Salam mesra, semesra ketika kita mengambili telur di kandang.

    • Silahkan yang di artikel atau di tanggapan?
      ——————–

      Saya bisa membayangkan bagaimana kondisinya, Pak. Dan sungguh ikut prihatin juga.

      Seperti yang ditulis di artikel ini. Akan ketemu harga margin yang sekedar cukup untuk beli pakan. Apalagi jika harganya jauh di bawah batas, yang mana untuk beli pakan saja tidak mencukupi. Lebih-lebih jika sampai terkait dengan permodalan. Seperti yang dikeluhkan saudara dari Blitar di komentar yang kemarin-kemarin.

      Untuk inipun saya juga bisa membayangkan bagaimana bagian pemasaran pihak PT berjuang menjual telur.
      Jika harga kabruk seperti ini, harga beli ke peternak lebih tinggi daripada harga jual. Informasi terakhir harga jualnya berkisar 110-140 per-butir. Belinya ke peternak tetap bertahan di kisaran 165 per-butir.
      Selain itu daripada menjadi rusak di gudang, khusus untuk karyawan PT diberi harga spesial, per-ikat 50 ribu (900 butir).
      Bisa dibayangkan berapa kerugian PT selama masa kabruk ini. Dan itu sudah dilakukan dari tahun ke tahun. Karena itu saya khususnya sebagai peternak plasma ikhlas puyuh yang berumur di atas 52 minggu diapkir paksa istilahnya. Walaupun produksinya masih 80%. Demi untuk mengurangi beban pemasaran.

      Saya kira apa yang dilakukan PT masih menjadi solusi paling baik diantara yang kurang baik. Mau bagaimana lagi jika dipaksakan jalan terus, tetapi lecet-lecet.

      Sedangkan keadaan seperti ini saya kira memang bersifat nasional. Konon katanya, omset telur terbanyak dari Blitar. Entah benar entah tidak. Dengan pemasaran lebih banyak ke arah timur, antar pulau.
      Pada bulan-bulan akhiran BER, tidak tau apa sebabnya, pasokan ke arah timur tidak jalan. Otomatis akhirnya omset telur memenuhi Pulau Jawa. Khususnya Jawa Barat dan Jakarta. Mungkin melebar juga ke Sumatera.

      Karena itu dari tahun ke tahun yang saya alami dan peternak senior juga sering cerita, setiap memasuki bulan September, pihak PT sudah memberi peringatan ke peternak-peternaknya. Dengan tujuan agar plasma mau mengerti kondisi pemasaran, bukan karena PT hanya semata-mata mengejar untung.

      Bukan saya membaik-baiki PT yang saya ikuti, namun ada juga yang cerita, jika kemitraan PT lain, pas harga buruk dan PT sudah kewalahan memasarkan, peternak disuruh jual sendiri.

      Sekedar bercerita saja, Pak.
      Saya menyadari keadaan seperti sekarang ini jauh di luar jangkauan pemikiran saya. Hanya bisa berharap, semoga pelaku-pelaku pasar nasional, termasuk dari APPI, bisa mencarikan solusi, untuk kesejahteraan bersama.
      Apalagi melihat teman-teman peternak sekitar saya saja, mencoba mengais rejeki lewat usaha puyuh. Kami juga menjerit biarpun sudah ditolong PT dalam pemasaran. Karena hampir semua dari kami peternak plasma, adalah rakyat-rakyat kecil yang berharap mimpi menjadi nyata, dengan ikut usaha puyuh. Diantara kami tidak ada yang juragan. Bisa untuk menyekolahkan anak, dan hidup yang lebih mapan dari sebelumnya itu sudah cukup.

      Saya juga curhat, Pak. Siapa tau suara kami yang jelata di bawah ini, didengar oleh beliau-beliau di atas sana.

      Salam hangat, mesra, dan hormat selalu.

      • Sekian lama saya beternak puyuh, memang sangat tepat apa yg dikatakan mas arief diatas, setiap memasuki bulan BER, sepertinya menjadi tradisi pemasaran telur puyuh memasuki masa sulit.

        benar juga apa kata mas arief kecuali tahun 2010 kemaren, sekalipun ada tidak terlalu drastis, lebih cenderung naik turun.

        dan anehnya, dengan anjloknya harga telur puyuh, justru telur ayam ras petelur yang lagi jaya2 nya sekarang. sodara saya mampu menjual diatas harga 14rb/kg telur ayam ras petelur. melebihi harga telur puyuh yg biasanya justru slalu diatasnya.

        jika menyinggung masalah beliau beliau yg diatas, rasanya sulit pak. karena puyuh mayoritas dikuasai pribadi. lebih banyak peternak mandiri yg murni mandiri tanpa diikat siapapun. dan tiap individu mempunyai opini sendiri dan punya cara sendiri dalam beternak dan pemasarannya.

        berbeda dengan ayam ras petelur (horn) atau ayam ras pedaging (broiler). yg sedikit banyak dikuasi PT-PT besar bahkan untuk pembibitannya pun sangat mustahil didapat dari peternak kecil. Hanya PT besar yg menjual pebibitan, itupun Final Stok, tidak ada satupun peternak yg memelihara indukan / Parent Stok.

        Sehingga ini berdampak lebih mudahnya beliau-beliau yg diatas memantau perkembangan peternakan horn dan broiler. bahkan organisasi pemasaran mereka sangat kuat. karena dikuasai salah satu peternak besar di tiap daerah.

        berbeda dengan puyuh, tidak satupun ada yg memimpin perkembangan peternakan puyuh, bahkan si APPI sendiri pun menyerukan dengan bangga jika puyuh salah satu peternakan bebas. belum di pegang salah satu peternakan besar. dampaknya sulit terkontrolnya pemasaran puyuh.

        memang populasi terbesar puyuh di Indonesia ada di Blitar / Jawa Timur. namun peternakan disana tidak ada yg super besar populasinya. hanya saja peternaknya yg membludak. apalagi setiap peternak memiliki pemasaran sendiri.

        ini akan semakin sulit beliau-beliau yg diatas untuk mengaturnya. karena bagi mereka berdiri sendiri justru menjadi yg terbaik dalam memperoleh kebebasan.

        saya sendiri belum bisa melanjutkan niatan untuk membentuk komoditas walaupun hanya sebatas didaerah saya sendiri agar nantinya terjalin silaturahim antar peternak. karena itu tadi, tiap peternak lebih memilih bebas daripada terikat suatu aturan walaupun hanya sebatas komoditas daerah.

        belum lagi sifat latah rakyat indonesia masih besar. banyak pembeli pembibitan ke peternakan kami adalah mantan peternak horn atau broiler yg populasinya super besar, sekali order antara 20rb-40rb.

        hanya itu yg bisa saya bagikan kesemua pternak puyuh yg lagi menjerit, untuk solusinya saya yakin tiap pternak mampu melampuinya dengan cara sendiri.

        mungkin komentar2 saya di tret lain tentang cara pemasaran bisa di contoh, trima kasih.

  3. Sangat2 menarik ulasan di atas, saya membacanya sempat terkesima begitu lengkap dan padat analisanya.

    saya setuju paparan diatas, bahwakan sy tadi ngomong2 dg penjual pakan ternak, salah satu anjloknya telur puyuh karena ternak tidak memerlukan waktu lama dan dg mudah semua orang bisa melakukan.

    Saya punya impian, seandainya telur puyah bisa di olah atau ibuat dg berbagai macam jenis makanan yg bisa tahan lama, maka insalloh tidaktrjadi seperti saat ini.

    Kita lihat telur ayam/itik bisa, saya yakin suatu saat nanti pasti juga bisa. Sekarang tinggal kita mau berusaha keras dan selalu mencoba2 atau tidak

    Marilah kita cari pakar2 tataboga atau orang2 yg punya kepedulian dan keahlihan dalam pembuatan makanan yg bisa memanfaatkan telur puyuh.

    Satu lagi yg bisa kita coba, kita mengadu ke pemerintah/DPR yg peduli thd UKM atau APPI atau LSM, Kementrian peternakan dll, kita mita bantuan mencari jalan keluarnya

    Demikian wwacana yg semoga dapat di laksanakan
    Salam puyuhjaga, tempat mengadu dan semoga bisa memecahkannya.

    • Terima kasih apresiasinya, Pak Komari.

      Dulu sekali sudah lama saya pernah membaca, ada kandungan omega 3 di telur puyuh. Namun saya kurang memahami dengan jelas. Kalau tidak salah ingat, sangat bagus untuk nutrisi otak. Terutama pada masa pertumbuhan anak.
      Jika itu diwacanakan menjadi asupan gizi bagi pelaku-pelaku peningkatan gizi pada anak-anak, saya kira akan meningkatkan pemasaran dalam skala nasional.
      Tapi kadang saya sendiri seperti gamang. Akhirnya hanya sebisa saya, berusaha nulis dikit-dikit baik di blog ini, maupun di blog forum nasional, walaupun tidak begitu banyak respon. Namun tetap berkampanye menggalakkan konsumsi telur puyuh.

      Selain itu, memang masakan yang berbahan telur puyuh, variasinya sedikit sekali. Yang agak kelihatan, satu dua ada bakso yang isi telur puyuh.

      Pengen juga rasanya menembusi perusahaan roti, coba bagaimana kalau telur ayamnya diganti telur puyuh. Saya kira kebutuhannya bisa sangat besar jika berhasil.

      Hal lain lagi, image masyarakat terhadap kandungan kolesterol telur puyuh, seakan-akan menakutkan. Padahal itu pendapat yang katanya dari pengetahuan yang setengah-setengah mengenai kolesterol. Sebab ada kolesterol LDL dan HDL. Kolesterol jahat dan baik.
      Nah… Di telur puyuh hanya ada kolesterol baik. Bahkan termasuk makanan diet dan anti alergi.
      Demikian yang saya baca di kompas.com telah mengulas lengkap mengenai telur puyuh.
      Juga diperkuat, dulu saya pernah mengumpulkan artikel-artikel yang menerangkan secara lengkap tentang kolesterol dalam telur puyuh.

      Semoga masyarakat lambat laun bisa memahami dan tidak memvonis begitu saja bahwa semua kolesterol itu jahat.

      Untuk pemasaran yang lebih berkembang, sebenarnya jadi angan-angan juga Pak. Semoga dengan banyak menulis di dunia maya ini, di berbagai forum umum mengenai manfaat telur puyuh, sedikit banyak akan berpengaruh meningkatkan konsumsi dan penyerapan pasar dalam skala nasional.
      Siapa tau ada diantara pengatur- pengatur negeri ini, memberi perhatian lebih pada si kecil telur puyuh ini.

      Oiya, Pak. Ditambah juga, mungkin bukan hanya pada pakan puyuh, secara umum pada pakan ternak, adanya impor satu atau beberapa bahan pakan ternak, mungkin ikut mempengaruhi harga pakan.
      Namun yang jelas, sementara ini, telur puyuh masih aman dari perilaku pebisnis besar untuk meng-impor.
      Sebab denger-denger dan selintasan membaca, ayam pedaging pun bisa terancam impor. Bisa dibayangkan seperti sapi bagaimana nasibnya.

      Rakyat jelata hanya bisa berharap, para pemimpin mengambil kebijaksanaan yang menguntungkan rakyat banyak, bukan menggendutkan kekayaan segelintir orang. Siapa tau begitu…

      Sama-sama tertatih-tatih menapak di bumi tanah air sendiri, hanya bisa saling doa mendoakan, keberkahan, kesejahteraan, kemakmuran yang merata, untuk kita semua. Amiiin…..

      Salam Puyuh dimanapun berada.

  4. Matur kasih tanggapannya

    Saya berdoa semoga mas puyuhjaya sehat-sehat selalu sehingga blog ini akan berkembang lebih pesat lagi dan menjangkau semua lapisan masyarakat terutama pengambil kebijakan

    Berakit-rakit ke hulu
    Berenag ketepian
    Bersakit-sakit dulu
    Bersenang-senang kemudian/diakhirat

    KEBERHASILAN SESEORANG TIDAK DITENTUKAN OLEH ORANG LAIN, TAPI DIRI KITA SENDIRI

    Salam manis, semanis senyuman puyuhjaya

    • Sama-sama matur kasih kagem Bp Komari.
      Terima kasih doanya, amiiin…. Semoga demikian adanya, syukur-syukur juga bisa mencapai migunani tumraping liyan. Tidak ada kata rugi untuk berbagi.

      Salam manis selalu dari puyuhjaya.

  5. lain daerah lain juga harga pakan puyuh per saknya, gimana kalau di kirim saja pakan dari daerah panjenengan yg katanya 225 per saknya , ke rumah ku , gimana>>>> bisa gak?

  6. apa nama obat puyuh untuk puyuh yang baru di tetaskan ? terimakasih

  7. maju terus pantang minggir,,,,,,hidup puyuh jaya

  8. Thanks gan infonya tentang Telur puyuh sangat bermanfaat

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s