Saya Peternak Puyuh, Bukan Ahli tentang Puyuh

Saya Peternak Puyuh, bukan Ahli tentang Puyuh.

Mungkin perlu qiyas, semacam analogi, untuk menggambarkan postingan kali ini.

Menikmati segelas teh, merasakan sensasi menyegarkan. Tanpa mengetahui apa pun tentang teh. Bagaimana ditanamnya, proses pembuatan, bahkan sampai unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Pokoknya menikmati, sudah merasakan… Sruput… Segarnya… Pengetahuan tentang teh, nol besar. Pahamnya ya sudah di warung, atau mungkin sudah di dapur. Diseduh dengan air panas. Bau harumnya saja bercampur melati, memikat hati..

Lain halnya dengan penikmat teh tersebut. Ada yang ahli teh. Paham sejak mulai pembibitan, penanaman, proses panen, bahkan meraciknya sampai siap kemas. Untuk dijual di warung-warung.
Bukan cuma itu. Si ahli teh juga paham betul kandungan theine di dalam daun teh. Mungkin lembar per-lembarnya, dari daun teh yang bawah, sampai pucuk daun teh, sampai seberapa kualitas kandungan theine, diingatnya betul. Begitulah ahli teh, mengenal benar dengan tehnya.

Dari cerita analogi tersebut, demikian juga pada ternak puyuh. Khususnya saya pribadi. Sebagai peternak puyuh, saya bukan (belum) ahli tentang burung puyuh.

Saya tidak paham apa jenis burung puyuh yang selama ini saya piara. Saya juga tidak paham bagaimana proses di dalam perut puyuh, makanan dicerna menjadi telur. Lebih-lebih saya tidak paham bagaimana cara membuat pakan puyuh. Proses persilangan berbagai jenis puyuh, sehingga bisa menjadi satu turunan puyuh petelur bibit unggul, saya blas tidak tahu.

Apalagi sebagai peternak kemitraan. Pahamnya ya ada DOQ bibit puyuh datang, diberi pakan, dipelihara, dirawat, telurnya pada keluar, lantas dibawa ke mana saja. Tidak tahu.

Terus tahunya apa? Peternak puyuh kok tidak ahli puyuh.

Saya menyadari itu. Mungkin kredibilitas sebagai penulis ternak puyuh, jadi merosot. Ya tidak apa-apa. Daripada saya sok tau… Hehe. Kadang banyak orang takut dianggap tidak tahu, terus menjawab asal-asalan. Kan malah tidak baik. Jujur saja, tidak tahu ya tidak tahu.

Kembali kepada pembahasan. Ilmu tentang apa itu puyuh, saya tidak memahaminya. Seperti halnya penikmat teh, saya adalah penikmat beternak puyuh. Bukan ahli puyuh, yang memahami tentang puyuh.
Sebagai penikmat, ya menikmati. Apalagi hasilnya, alias keuntungannya. Hehehe….

Namun, keinginan belajar dan terus belajar itu selalu ada. Sedikit tahu dari keterangan ahli-ahli puyuh, selanjutnya selain menikmati, juga memahami. Dengan lebih memahami, maka menikmatinya akan lebih “berasa”.

Tentang apa itu burung puyuh, coturnix coturnix japonica, mulai dari proses pembuatan telur di dalam perut, sampai kebiasaan-kebiasaannya yang suka mematuk-matuk. Tidak ada salahnya menambah pengetahuan. Dalam merawat puyuh sebagai hal menikmati, setelah tahu, akan lebih mengenali.

Salam puyuh jaya . .

14 responses to “Saya Peternak Puyuh, Bukan Ahli tentang Puyuh

  1. Retnoningsih Sugijo

    mau tanya pak, apa keuntungan dan kerugian beternak puyuh dengan sistem kermitraan?

  2. dari beternak itulah bisa menjadi ahli puyuh.
    belajar dan terus belajar tentunya . . .

  3. numpang promosi om ….
    untuk informasi …..

    saya peternak burung puyuh di banjarmasin.. produksi telur mncapai 3500/hari

    di sini menyediakan telur produksi, telur tetas/bibit, pembuatan kandang, pembuatan penetasan telur, jika berminat hubungi ke no 085246610351

  4. Ping-balik: Harga Telur Masih Ambleg, Pikiran Judeg: Apakah Beternak Puyuh Musti Mandeg? | [PUYUH JAYA]

  5. bagai mana kang kalau cara membedakan puyuh betina dan jantan di sertai dengan contoh gambar atau dengan video nys

  6. klo makanan utk anakan dan petelur baik ny ap y pak? soalny yg anakan saya ksih pellet

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s