Beginikah Peta Pemasaran Telur Puyuh Nasional?

Animo masyarakat konsumen telur puyuh berpengaruh besar terhadap mekanisme pasar, ujung-ujungnya menciptakan harga yang diterima tidak diterima menjadi standar pada saat itu. Demikian kira-kira menggambarkan tentang pemasaran telur puyuh.

Ada pedagang, ada pengepul, ada agen, distributor, pedagang asongan, sampai kemasan rapi di supermarket, di situlah telur puyuh bergerak seolah berirama dari berbagai penjuru peternakan. Semuanya bersliweran, menjadi informasi yang seperti carut marut di depan peternak puyuh di desa ini. Seperti gambar gelombang, berpendar-pendar, menciptakan sebentuk peta pemasaran telur puyuh nasional: sampai saat ini. Entah esok hari.

Nol besar dalam disiplin ilmu pemasaran, juga bukan praktisi yang memasarkan telur puyuh. Barangkali itu juga yang seharusnya mendasari puyuh jaya ini untuk tidak perlu memikirkan pemasaran. Sudahlah beternak saja. Fokus dan konsentrasi. Toh telur puyuh sudah ada yang membeli.

Bisa jadi begitu lebih baik, namun apa salahnya sebagai peternak puyuh yang terpencil di desa sekedar mengetahui kondisi pemasaran telur dalam skala nasional. Selain menambah wawasan, juga selalu update kondisi. Sewaktu-waktu ada kondisi yang luar biasa. Mungkin perlu banting stir mencari perlindungan keamanan. Bukankah tidak ada yang pasti di dunia usaha?
Atau, bisa sebagai pijakan untuk mengatur strategi usaha agar jitu dan lancar.

Begitu juga dengan pola harga telur puyuh. Sementara seperti sudah menjadi pedoman, bagaimana tiap kali memasuki bulan dengan akhiran BER, mulai dari September sampai Desember, harga seringkali jatuh. Ada apakah?

Mungkin pola tersebut hampir tidak berlaku di tahun 2010. Dan untuk selanjutnya, bisa-bisa juga hanya menjadi pedoman usang yang sudah tidak bisa dipakai. Semua serba mungkin terjadi. Dan tentu saja hanya sekedar pedoman dengan mengacu pada kejadian yang bertahun-tahun menjadi hiasan dari bulan ke bulan. Pedoman bukan peraturan. Sehingga pola tersebut, barangkali saja tidak lagi berlaku.

Nah, pola tersebut terbentuk seiring dengan peredaran telur puyuh di pasaran. Masihkah berlaku?
Jika masih, kenapa?

Kebetulan ada sms yang masuk, menggambarkan peta pemasaran telur puyuh. Bisa menjelaskan kenapa harga buruk terjadi di bulan-bulan dengan akhiran -BER.

Isi sms berikut ini mungkin benar, bisa juga salah. Akan tetapi bisa melongok, begini peta pemasaran telur puyuh secara nasional.
Ini isi smsnya, tidak perlu disebutkan sumbernya:

Permintaan telur puyuh paling tinggi adalah jakarta, sqf dkk 25%, pt peksi 25%, jatim 25%, kekurangan pasokan 25%, jatim mayoritas keluar jawa, ketika ombak besar, telur jatim tdk melintas, akhirnya dtumpahkan semua ke wilayah jatim dan sekitarx, anjlok lah harga telur.

Mungkin peta pemasaran telur puyuh tersebut masih berlaku. Mungkin juga esok hari tidak berlaku lagi. Banyak hal bisa terjadi. Akan tetapi tidak ada buruknya juga memahami terkait dengan pola yang seperti menjadi tradisi harga buruk telur puyuh di bulan September – Desember.

Dikatakan dan seringkali saya dengar, adanya ombak besar menjadi penghambat ekspedisi pengiriman jalur laut. Ahli pelayaran mungkin bisa lebih menjelaskan hal ini, pada bulan apa saja terjadinya. Apakah benar di bulan-bulan dengan akhiran -ber, sehingga telur puyuh tumpah di satu lokasi yang menyebabkan harga menjadi terpuruk?

Setidaknya bisa menjadi gambaran. Mungkin juga permasalahan yang bertahun-tahun ini belum bisa teratasi. Didasari atas peta pemasaran telur puyuh nasional tersebut, mungkinkah ada solusi?

Salam semangat petani peternak nelayan Indonesia.

[Puyuh Jaya]

2 responses to “Beginikah Peta Pemasaran Telur Puyuh Nasional?

  1. saya rasa tidak benar,justru ombak besar terjadi pada awal tahun,laut jawa 3.5 – 4.5 meter pada bulan september sampai desember cuaca laut lebih bersahabat mas

    • Terima kasih informasinya, Mas Popeye.

      Selain dari sms tersebut, biasa juga saya dengar alasan penurunan harga, terkait dengan ombak besar yang katanya biasa terjadi pada bulan-bulan BER tersebut.
      Jika ternyata kondisi laut memungkinkan untuk pengangkutan, bisa jadi ada faktor lain.

      Semoga ada solusi bersama, sehingga bisa diminimalkan penumpukan telur puyuh di gudang pada bulan-bulan harga buruk telur puyuh.

      Salam Indonesia Jaya…

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s