Menurut Menteri Pertanian: Petani Jangan Tergantung Pupuk Urea

Ada apa dengan pupuk urea? Mengapa juga jika berlebihan memakai pupuk urea? Atau…. Penggunaan pupuk urea menjadi ketergantungan para petani hingga hampir tidak bisa tergantikan, upamanya dengan pupuk organik?

Beberapa pertanyaan menyeruak begitu saja, manakala bahkan Menteri Pertanian di era Bp. SBY ini memberikan perhatian atas penggunaan pupuk urea. Bahkan para petani dianggap berlebihan dalam menggunakan pupuk urea. Seperti tersebut dalam pemberitaan berikut ini:

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menilai petani terlalu mengandalkan pupuk urea dalam mengolah lahan pertaniannya. Bahkan konsumsi urea yang dilakukan petani dianggap terlalu berlebihan.

“Petani royal dengan urea, bahkan untuk satu hektare (ha) ada yang sekira lima hingga delapan karung. Padahal itu tidak menambah produksi dengan urea itu,” kata Suswono di kantornya, Jakarta, Jumat (6/1/2012).

Suswono pun mengimbau petani untuk memakai pupuk organik. Ia yakin pupuk organik dapat memperbaiki kesuburan tanah.
“Kita ingin mengurangi urea untuk meningkatkan pupuk organik untuk memperbaiki kesuburan tanah,” ujarnya.

Menyinggung seputar harga pupuk, Suswono memastikan kenaikan harga pupuk hanya untuk jenis urea saja.
Kenaikan pupuk urea dari Rp80 ribu hingga Rp90 ribu.
“Kenaikan untuk urea saja sedangkan yang lain tetap,” pungkasnya. (Iman Rosidi/Sindoradio) (ade) [sumber berita dari http://www.okezone.com/read/2012/01/06/320/552996/mentan-petani-jangan-tergantung-pupuk-urea]

3 responses to “Menurut Menteri Pertanian: Petani Jangan Tergantung Pupuk Urea

  1. Puyuh Jepang, SP

    Permisi Puyuh Jaya, saya merespon akan anjuran pak menteri pertanian dan mengajak teman-teman peternak PUYUH memanfaatkan kotoran puyuh sehingga dapat digunakan sebagai PUPUK ORGANIK
    Menurut pendapat saya apa yang dikatakan pak menteri sdh benar adanya, mungkin yang perlu kita garis bawahi adalah apakah jajaran terus kebawah sampai kedinas-dinas mau mendorong para petani mau melaksanakan apa yang dikatakan dan dianjurkan pak menteri pertanian tersebut.
    Dari berbagai hasil riset dan penelitian terutama pada tanah sawah di daerah-daerah sentra produksi padi, tanah sawah di indonesia pada umumnya sudah mendekati sakit menjelang mati. indikatornya adalah penurunan kandungan C-organik sudah mendekati 2% bahkan kurang dari 2%, sedangkan kandungan C-organik yang ideal (tanah subur) adalah 3-5%. menurut para ahli faktor yang menyebabkan turunnya C-organik pada tanah sawah adalah
    1. penggunaan pupuk kimia (pupuk anorganik) yang berlebihan, tidak mengikuti anjuran dan teknik pemberian pupuk kimia tersebut. dan dengan tidak diimbangi pemberian pupuk organik baik berupa sisa jerami padi, dedaunan, kotoran hewan (kotoran ayam,puyuh,sapi,kambing/domba dsb). sekarang pada akhirnya tanah sawah menjadi miskin hara (unsur makro dan unsur mikro) dan mendekati pada leveling off. artinya dengan pemberian pupuk kimia sebanyak-banyaknya pada tanah tetap saja tidak memberikan efek positif pada tanaman. mungkin hal ini menyangkut yang menurut para ahli tanah apa yang disebut istilah adanya perubahan-perubahan pada: pH tanah , kapasitas tukar kation (KTK), konsistensi tanah, porositas tanah, struktur tanah, tekstur tanah, dll. Pokoknya yang ada hubungan dengan sifat biologi tanah, kimia tanah dan fisika tanah. mungkin hal ini semua akibat dari pemberian pupuk kimia berlebihan seperti apa yang dikatakan pak menteri pertanian tadi.
    2. Penggunaan pestisida kimia yang tidak tepat dosis dan tidak tepat sasaran. Apa akibat itu semua?? Timbulnya resistensi hama, resurjensi hama (ledakan hama) terbunuh hewan –hewan yang menguntungkan bagi kesuburan tanah (seperti bacteria, fungi, protozoa, Nematoda, Akari, Cacing tanah dsb). Dengan terbunuhnya hewan-hewan dan tumbuhan yang menguntungkan tersebut. Dapat dipastikan mengganggu keseimbangan ekosistem pertanian. Tanah sawah menjadi tidak subur karena tidak ada lagi hewan atau tumbuhan renik lainnya yang menguraikan sampah dan bangkai menjadi zat mineral, zat hara maupun fithormon yang dikembalikan pada tanah sebagai zat makanan bagi tumbuhan dan tanaman selanjutnya.
    LALU MENGAPA MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK???
    Peranan pupuk Organik bagi Tanah
    Bahan organik berperan penting untuk menciptakan kesuburan tanah. Peranan pupuk organik tanah adalah dalam kaitannya dengan perubahan sifat-sifat tanah, yaitu sifat-sifat fisik, biologis, dan sifat kimia tanah.
    1. Pengaruh pupuk Organik pada Sifat Fisika Tanah.
    Salah satu peran bahan organik yaitu sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur dan tekstur tanah. peranan bahan organik dalam pembentukan agregat yang stabil terjadi karena mudahnya tanah membentuk kompleks dengan bahan organic, dan dapat menyimpan atau menahan air
    2. Pengaruh pupuk Organik pada Sifat Biologis Tanah
    Jumlah dan aktivitas metabolic organisme tanah bertambah/ meningkat. Secara umum, pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme. Bahan organik merupakan sumber energi dan bahan makanan bagi organisme yang hidup di dalam tanah.mikroorganisme saling berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan organik karena bahan organik akan menyediakan karbon sebagai sumber energi untuk tumbuh.
    3. Pengaruh pupuk Organik pada Sifat Kimia Tanah
    Bahan organik dapat meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) dua sampai tiga puluh kali lebih besar daripada koloid mineral yang meliputi 30% sampai 90% dari tenaga jerap suatu tanah mineral. Peningkatan KTK akibat penambahan bahan organik dikarenakan pelapukan bahan organik akan menghasilkan humus (koloid organik) yang mempunyai permukaan dapat menahan unsure hara dan air, sehingga dapat dikatakan bahwa pemberian bahan organik dapat menyimpan pupuk dan air yang diberikan dalam tanah.
    kotoran puyuh dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organic, berikut ini adalah hasil analisa laboratorium kimia Balai besar penelitian tanah Bogor 2011 perbandingan kandungan komposisi tanah dengan kotoran puyuh (penulis komentar)
    Sifat-sifat kimia tanah yang digunakan pada saat penelitian disajikan dalam tabel 1.
    Tabel 1. Analisis Tanah Sebelum Perlakuan
    No Variabel Pengamatan
    1 pH tanah: 6,1 – Agak masam
    2 C-Organik 0,90 % Sangat rendah
    3 N 0,07 % Sangat rendah
    4 P2O5 167
    5 K2O 166,5
    6 C/N 13 – bagus
    Hasil Analisis Laboratorium Kimia Balai Penelitian Tanah, Bogor

    Karakteristik pupuk organik kotoran puyuh yang digunakan pada saat penelitian disajikan pada tabel 2.

    Tabel 2. Analisis Pupuk Organik Puyuh

    No Variabel Pengamatan Hasil Satuan
    1 pH 7,1 – netral
    2 C-Organik 17,61% sangat tinggi
    3 N 1,32 %
    4 P2O5 3,10 %
    5 K2O 1,24%
    6 C/N 13 –
    Sumber : Hasil Analisis Laboratorium Kimia Balai Penelitian Tanah, Bogor
    Berdasarkan hasil labaoratorium diatas bahwa kotoran puyuh mengandung C-organik sangat tinggi 17.61%, artinya dapat digunakan sebagai pupuk organik penyubur tanah. INGAT. C-Organik merupakan salah satu indikator kesehatan tanah.
    sekian semoga bermanfaat , mohon maaf bila ada kesalahan, terima kasih kepada puyuh jaya terhadap waktu dan tempatnya.
    Wassalamu alaikum.

  2. berapa kebutuhan pupuk kotoran puyuh untuk 1hektar

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s