Masalah Pakan Ternak Unggas: Makanan Tambahan Pelengkap Bukan Zat Makanan (Non Nutrivite Feed Additives) – oleh Bp. Puyuh Jepang

informasi masalah di pakan ternak unggas sekiranya teman semua berkenan.

MAKANAN TAMBAHAN PELENGKAP BUKAN ZAT MAKANAN
(NON NUTRIVITE FEED ADDITITIVES)

Oleh Prof.Dr.Ir. Juju Wahyu, M.Sc

Ransum untuk broiler dan layer disusun dengan memperhatikan kandungan zat-zat makanan yang dibutuhkan dan sedapat mungkin dengan harga yang rendah untuk menghasilkan pertumbuhan produksi dan efisiensi penggunaan makanan yang maksimum untuk meyakinkan bahwa zat-zat makanan dalam ransum itu dapat dikonsumsi, dicerna,dicegah dari kerusakan, diabsorbsi dan ditransportasikan ke sel-sel dalam tubuh sering ditambahkan makanan tambahan pelengkap makanan, jadi pada pakan komersial saat ini penambahan zat-zat pelengkap adalah menjadi keharusan dalam industry pakan, diantaranya sebagai berikut.

1. Peningkatan pellet yang mempengaruhi tekstur dan menguatkan makanan yang sudah dibuat pellet.

2. Pemberi bau enak dipergunakan untuk meningkatkan palatabilitas makanan.

3. Enzim-enzim yang memperbaiki daya cerna dibawah kondisi tertentu

4. Antibiotika, senyawa-senyawa arsen dan nitrofuran dipergunakan pada tingkat rendah untuk mencegah makanan serangan perusak oleh mikroorganisme dan mencegah timbulnya keracunan yang disebabkan oleh mikroflora dalam usus.

5. Pencegah jamur dipergunakan untuk mencegah jamur yang merusak didalam makanan dan atau didalam saluran pencernaan

6. Antibiotika yang mempunyai spectrum luas dan daya absorbsi yang baik ditambhkan kedalam makanan untuk memerangi penyakit-penyakit yang khusus.

7. Senyawa-senyawa kimia tertentu dipergunakan untuk meningkatkan daya penyembuhan dari antibiotika terhadap penyakit.

8. Koksidiostat secara rutin ditambhkan kedalam ransum broiler dan juga pada kedalam ransum ayam petelur muda.

9. Obat-obat pencegah cacing ditambahkan kedalam ransum tertentu dari waktu – waktu tertentu

10. Antioksidan dipergunakan untuk mencegah asam-asam lemak yang tidak jenuh dan vitamin yang tidak larut dalam lemak dari perusakan-perusakan yang disebabkan oleh peroksida.

11. Sumber-sumber karotenoid ditambahkan kedalam ransum untuk memperbaiki pigmentasi broiler dan kuning telur.

12. Hormone atau zat-zat lain yang kadang-kadang dipergunakan untuk memperbaiki metabolisme dari unggas misalnya Estrogen, senyawa thyroaktif

13. Reserpin, aspirin dan obat-obat penenang untuk memperbaiki pertumbuhan, memperbaiki efisiensi penggunaan makanan pada broiler.

Disarikan dari buku ILMU NUTRISI UNGGAS, Halaman 289-290, PENERBIT GAJAH MADA UNIVERSITY PRESS. Oleh Puyuh Jepang. Tanggal 01-01-2012

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s