Walah… Konsumsi Daging Ayam 2012 Terancam Turun karena Pakan Ternak Mahal

Kenaikan, kenaikan, senangnya dengan kenaikan. Apalagi kenaikan harga pada hasil produksi ternak unggas. Tentu para peternak unggas akan menyambut gembira. Mulai dari peternak ayam pedaging sampai tentunya peternak puyuh.
Sebab kenaikan harga bisa berarti kenaikan keuntungan.

Ah, apa iya?

Bagaimana jika prediksi kenaikan harga hasil produksi karena mengikuti kenaikan harga pakan ternak? Sedangkan daya beli masyarakat malah stagnan atau bahkan turun. Maka konsumsi atas hasil ternak akan wajar jika diprediksi terancam turun juga. Apa akibatnya?

Keadaan tersebut bisa disimak dalam pemberitaan dari detikFinance berikut ini:

Potensi kenaikan harga pakan ternak bakal mengancam pada tingkat konsumsi daging ayam di 2012. Hal ini akibat kenaikan bea impor bahan baku pakan ternak sebesar 5% yang diatur dalam PMK Nomor 13/PMK.011/2011 per 1 Januari 2012.

“Kenaikan impor bea masuk untuk pakan ternak akan mengakibatkan harga pakan ternak naik, dan ujung-ujungnya harga ayam dan unggas-unggasanakan naik, ya namanya harga naik, orang makin mengurangi porsi makan ayamnya,” kata
Ketua Umum Asosiasi Produsen Pakan Indonesia (GPMT) Sudirman, kepada detikFinance, Minggu (1/1/2012).

Menurut Sudirman, banyak bahan baku pakan ternak yang mengalami kenaikan akibat PMK tersebut.

Walaupun beberapa bahan baku lainnya yang naik dapat dimengerti oleh produsen pakan ternak.

“Kalau jagung bea masuk 5% yang nggak masalah, kita mengerti, tujuannya tidak lain untuk meningkatkan daya saing petani jagung dalam negeri, tetapi kayak pakan ternak seperti rapeseed, SBM (soybean meal/bungkil kedelai), DDGS ( Distillers Dried Grains with Solubles) yang sama sekali tidak diproduksi di dalam negeri seharusnya tidak perlu dinaikkan bea impornya 5%, karena tidak ada dampak bagi petani dalam negeri sama sekali,” ujarnya.

Dicontohkan Sudirman, seperti DDJS, merupakan produk fermentasi dari jagung menjadi ethanol. Di Indonesia tidak ada petani atau pengusaha membuat DDJS, padahal DDJS tersebut sangat membantu peternak untuk menekan biaya pakan ternak.

“Apalagi kebutuhan produk tersebut sangat tinggi, tiap tahunnya terus meningkat. pada 2010 saja impor DDJS mencapai 200.000 ton, sementara pada 2011 meningkat menjadi 300.000 ton, dan 2012 sudah pasti kebutuhannya akan meningkat lagi,” ungkapnya.

Diperkirakan harga pakan ternak akan naik hingga 10% dengan penerapan PMK tersebut, memang seperti tidak ada hubungannya antara pakan ternak sama makan ayam, tetapi kalau pakan ternaknya naik pastinya harga unggas akan mahal, ujung-ujungnya sepotong ayam goreng harganya juga akan naik.

“Memang kenaikannya tidak akan terjadi cepat, untuk beberapa bulan kenaikan harga bahan baku akan ditanggung pabrik, namun setelah tiga-empat bulan ya peternak yang akan menanggungnya,” ujarnya.

Ini jelas nantinya akan mempengaruhi pasar unggas pada 2012, apalagi Kementerian Keuangan setiap mengeluarkan PMK tidak pernah dilakukan sosialisasi.

====#

Sumber berita: http://www.detik.com/read/2012/01/01/140847/1804143/4/pakan-ternak-mahal-konsumsi-daging-ayam-terancam-turun-di-2012

7 responses to “Walah… Konsumsi Daging Ayam 2012 Terancam Turun karena Pakan Ternak Mahal

  1. Permisi Puyuh Jaya, saya ada informasi masalah di pakan ternak unggas sekiranya teman semua berkenan
    MAKANAN TAMBAHAN PELENGKAP BUKAN ZAT MAKANAN
    (NON NUTRIVITE FEED ADDITITIVES)
    Oleh Prof.Dr.Ir. Juju Wahyu, M.Sc
    Ransum untuk broiler dan layer disusun dengan memperhatikan kandungan zat-zat makanan yang dibutuhkan dan sedapat mungkin dengan harga yang rendah untuk menghasilkan pertumbuhan produksi dan efisiensi penggunaan makanan yang maksimum untuk meyakinkan bahwa zat-zat makanan dalam ransum itu dapat dikonsumsi, dicerna,dicegah dari kerusakan, diabsorbsi dan ditransportasikan ke sel-sel dalam tubuh sering ditambahkan makanan tambahan pelengkap makanan, jadi pada pakan komersial saat ini penambahan zat-zat pelengkap adalah menjadi keharusan dalam industry pakan, diantaranya sebagai berikut.
    1. Peningkatan pellet yang mempengaruhi tekstur dan menguatkan makanan yang sudah dibuat pellet.
    2. Pemberi bau enak dipergunakan untuk meningkatkan palatabilitas makanan.
    3. Enzim-enzim yang memperbaiki daya cerna dibawah kondisi tertentu
    4. Antibiotika, senyawa-senyawa arsen dan nitrofuran dipergunakan pada tingkat rendah untuk mencegah makanan serangan perusak oleh mikroorganisme dan mencegah timbulnya keracunan yang disebabkan oleh mikroflora dalam usus.
    5. Pencegah jamur dipergunakan untuk mencegah jamur yang merusak didalam makanan dan atau didalam saluran pencernaan
    6. Antibiotika yang mempunyai spectrum luas dan daya absorbsi yang baik ditambhkan kedalam makanan untuk memerangi penyakit-penyakit yang khusus.
    7. Senyawa-senyawa kimia tertentu dipergunakan untuk meningkatkan daya penyembuhan dari antibiotika terhadap penyakit.
    8. Koksidiostat secara rutin ditambhkan kedalam ransum broiler dan juga pada kedalam ransum ayam petelur muda.
    9. Obat-obat pencegah cacing ditambahkan kedalam ransum tertentu dari waktu – waktu tertentu
    10. Antioksidan dipergunakan untuk mencegah asam-asam lemak yang tidak jenuh dan vitamin yang tidak larut dalam lemak dari perusakan-perusakan yang disebabkan oleh peroksida.
    11. Sumber-sumber karotenoid ditambahkan kedalam ransum untuk memperbaiki pigmentasi broiler dan kuning telur.
    12. Hormone atau zat-zat lain yang kadang-kadang dipergunakan untuk memperbaiki metabolisme dari unggas misalnya Estrogen, senyawa thyroaktif
    13. Reserpin, aspirin dan obat-obat penenang untuk memperbaiki pertumbuhan, memperbaiki efisiensi penggunaan makanan pada broiler.

    Diasarikan dari buku ILMU NUTRISI UNGGAS, Halaman 289-290, PENERBIT GAJAH MADA UNIVERSITY PRESS. Oleh Puyuh Jepang. Tanggal 01-01-2012

  2. wah……aman gk di konsumsi tu daging….di lihat dari zat yang terkandung di pakannya?

  3. di Indonesia ada badan POM biar mereka yang menentukan batas residu yang masih aman bagi manusia, mungkin masih bersandar juga pada WHO. sedangkan di amrik sana ada FDA.

  4. Ya penggunaan antibiotika pada dasarnya harus dihindari, tapi karena keadaan terpaksa bisa /boleh digunakan pada ternak. ada beberapa negara adanya pengetatan jumlah residu antibiotika baik pada daging mau pun telur. terutama daging dan telur tersebut dari luar negeri (import). khusus hormon growth promotor sama sekali dilarang penggunaannya di sluruh eropa.

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s