Catatan Cerita Pertemuan dengan Bp Ahmad Peternak Puyuh Petelur dari Lampung Selatan

Menjadi catatan di akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012. Tahun baru. Semangat baru. Penuh inspirasi. Mengisi peluang usaha ternak puyuh dengan semaksimal usaha. Untuk kesejahteraan, kemakmuran, dan keberkahan.

Catatan pertemuan dengan Bp. Ahmad, peternak puyuh dari Lampung Selatan ini terbagi atas catatan hari pertama dan hari kedua. Sebab kita bertemu memang dua kali dalam dua hari. Dan saking banyaknya yang ingin saya ceritakan. Jadi entah mau mulai dari mana. Jelasnya, banyak pemahaman dan gambaran bagi saya mengenai sedikit keadaan ternak puyuh di luar sana.
Semoga berikutnya bisa lebih berhati-hati dalam menulis. Tetap dalam kerangka belajar bersama, berlatih bersama, mencari, dan berbagi.

Catatan Cerita Hari Pertama.

Kalau tidak boleh dianggap karena malu, dengan alasan bahwa kondisi riil ternak puyuh tempat usaha, saya anggap kurang layak dikunjungi, apalagi sebagai percontohan yang bagus. Maka Pak Ahmad saya belokkan ke lokasi ternak puyuh milik teman.

Sebagai peternak puyuh yang baru memulai usaha, terlihat beliau cukup antusias bertanya dan menanggapi ini itu mengenai perpuyuhan.

Selain berbincang masalah harga, tentu teknis beternak puyuh juga banyak diperhatikan.
Di ternak puyuh teman yang peternak mandiri, Bp. Ahmad juga melihat-lihat mulai dari tempat penetasan telur puyuh, tempat pembesaran, (kebetulan semuanya sedang aktif terisi), juga terlihat meneliti kandang-kandang puyuh yang model bambu. Mulai dari ukuran sampai sistem pembuatannya.

Malah ternyata teman saya ini sudah menerima pesanan kandang puyuh model bambu bikinan sendiri, per-unit Rp 250 ribu. Untuk populasi 1000 ekor membutuhkan 5 unit kandang puyuh model bambu.

Selain mulai dari penetasan sampai pada layer, Pak Ahmad dari Lampung Selatan ini juga melihat eggtray wadah telur puyuh yang terbuat dari kertas. Sekitar satu setengah jam dirasa cukup, Pak Ahmad kemudian kembali ke Jogja tempat kost putri beliau.

Cerita Catatan Hari Kedua.

Setelah beliau berpamitan, kami sempat smsan. Sms dari saya jika suatu saat ada kesempatan ke Jogja lagi, bolehlah menengok ke tempat ternak puyuh saya. Pikir saya, entah kapan jika sudah tidak ruwet lagi keadaan sempat membersihkan dan mengisi semua kandang. Atau malah sudah terpaksa berhenti. Siapa tahu kan. Hehehe…

Eh, ternyata pulangnya ke Lampung tidak hari Sabtu, tapi hari Minggu (1/1/2012). Sms tadi dijawab tidak usah menunggu lain waktu, besok saja.

Baikkah tidak apa-apa, asal tidak kaget saja tempat ternak puyuh saya lagi tidak sempat terurus. Yang penting memberi pakan, minum, menata telur, dan seminggu sekali membersihkan kotoran.

Satu hal yang selalu saya ingat dari apa yang disampaikan Pak Ahmad. Beliau malah ingin melihat kondisi tempat ternak puyuh yang saya katakan sedang buruk. Dengan logika jika perlakuannya buruk tapi tetap hasil, apalagi jika perlakuan pemeliharaan dan perawatan ternak puyuhnya bagus.
Melihat yang bagus dan always clean seperti tempat teman sebelumnya, pingin juga bisa seperti itu. Tapi lihat yang lain dulu untuk perbandingan.

Setelah ngobrol-ngobrol, kemudian ke kandang. Mengenai kebersihan dan perawatan, masih bersih punya Pak Ahmad di Lampung Selatan sana, karena tiap hari memang dibersihkan. Tapi salah satu yang diperhatikan adalah telurnya kok besar-besar ya. Dengan umuran puyuh semua hampir 1 tahun, produktivitasnya masih bagus. Nah, disinilah permasalahan itu mulai disimpulkan oleh Pak Ahmad keterkaitan sangat erat mulai dari kualitas bibit, masa pembesaran, dan saat pemeliharaan layer.

Dianalogikan pernah diceritakan seperti pada penanaman benih jagung hibrida dengan harga Rp 8.000/kg, menanam 5 kg, modal benih total Rp 40.000, hasil panen 1 ton 4 kuintal. Dibandingkan dengan menanam jagung benih beli di pasar Rp 600/kg, menanam 10 kg, modal benih total Rp 6000, dengan pemeliharaan yang sama, mendapatkan hasil panen paling banter 4 kuintal. Pilih mana?

Yang selanjutnya menjadi permasalahan adalah bagaimana jika kejadian saking tidak tahunya petani upama membeli benih dari pasar yang dikemas seperti hibrida dan yang sepantasnya diharga Rp 600/kg tapi diharga Rp 8000/kg?? Itu hanya perumpamaan. Apakah tidak ada perlindungan konsumen? Adakah standardisasi benih unggul?

Lalu bagaimana dengan bibit puyuh? Seupama kejadian bibit yang didapat merupakan persilangan dari final stock dengan pejantan bawaan dalam satu produksi, apakah bisa dibilang bibit puyuh unggul?
Peternak tidak tahu kan? Kecuali setelah membanding-bandingkan dengan yang lain tentang bagaimana kualitas dan kuantitas serta lama umur produksi: dengan perlakuan pemeliharaan perawatan yang sama.

Setelah hampir jam 4 sore Bp. Ahmad kembali ke Jogja untuk besoknya perjalanan pulang ke Lampung Selatan. Ternak ayam pedagingnya masih diteruskan sebagai hasil dua bulanan, dan ternak puyuh yang sekarang mulai dirintis juga sudah memberi hasil harian. Selain aktivitas beliau sebagai pendidik dan pengajar di sekolah.

Sampai jumpa lagi, Pak Ahmad. Semoga makin sukses dan sejahtera.

Terima kasih juga untuk putri beliau Mbak Archel yang telah menjadi media awal pertemuan ini. Tekun belajar dan raih cita-cita ya.
Semoga sukses.

Salam
[Puyuh Jaya]

6 responses to “Catatan Cerita Pertemuan dengan Bp Ahmad Peternak Puyuh Petelur dari Lampung Selatan

  1. Lmpung selatan nya almt di mana pak?

  2. sedia pulet puyuh dan peren stock/indukan, partai besar dan dijamin super berkwalitas’ Hub: pras jogya 087739384062 beres siap kirim.

  3. pak saya debby yang dulu ternak puyuh di sidomulyo, saat ini saya sudah ternak di solo, saya baru punya 5000 ekor pak.. saya punya telur konsumsi dan telur tetas, kalo pak joni minat hubungi nomor hp saya 087836220068

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s