Harga Telur Puyuh 2011 Terpuruk, Benarkah?

Tadi ada teman datang. Bukan peternak puyuh. Dan biasanya tidak pernah menyinggung mengenai perpuyuhan, apalagi harga telur puyuh. Eh, tidak tahu kenapa, tadi ngobrol membicarakan mengenai harga telur puyuh yang terpuruk tahun ini, 2011. Dapat info dari mana ya?

Ternyata beberapa hari lalu si doi nonton televisi, stasiun TVRI. Sepertinya di acara bina desa atau apalah itu. Saya malah tidak nonton. Di acara itu, katanya pemberitaan mengenai harga telur puyuh yang terpuruk. Benarkah begitu?

Mencoba saja membahas dari sudut pemikiran sederhana seorang peternak kecil di desa terpencil (maksudnya bukan kota besar). Jika memang harga telur puyuh terpuruk di tahun ini 2011, pada bulan apa saja? Tentu tidak menggeneralisir semua bulan di tahun 2011 to. Jika sudah didata pada kilas balik mulai Januari 2011 sampai akhir Desember ini, berapa bulan mendapat harga bagus? Lantas apa yang menjadi parameter dari sebutan “harga bagus” tersebut? Pada batas mana harga telur puyuh disebut bagus dan berapa harga telur puyuh disebut terpuruk?
Mungkin bagi yang para ahli dalam perhitungan bisa menjelaskan. Sebab dalam mengukur harga bagus dan tidak bagus, peternak di desa melihatnya jika hasil penjualan telur masih sisa banyak setelah untuk beli pakan puyuh.

Apa penyebab harga telur puyuh terpuruk?

Artikel ini tidak akan membahas hal itu. Sudah ada artikel lain dengan topik tersebut. Dan bisa saja dianggap mencari kambing hitam.
Padahal bukan mencari kambing hitam. Jika dengan pikiran jernih, merupakan mencari akar masalah dan dipecahkan bersama-sama dengan memperhatikan keseimbangan kepentingan. Tujuannya bisa menjadi pembelajaran. Bukan penudingan-penudingan yang gegabah.

Saya sendiri tidak menyaksikan acara TVRI tersebut. Sayangnya begitu. Sehingga tidak bisa menyimpulkan bagaimana pemberitaan harga telur puyuh yang terpuruk tahun ini 2011.

Kata teman saya, hal terpuruk tersebut disampaikan dari Departemen Pertanian. Wah… Pemerintah kita memang baik hati ya… Memperhatikan nasib harga telur puyuh yang terpuruk. Solusinya???

Apa hanya cukup pemberitaan yang berarti menggambarkan penderitaan peternak puyuh juga??? Konon katanya “bad news is the good news”, entah nulis linggisnya benar atau tidak. Bagi jurnalis, berita buruk adalah berita yang bagus. Manfaatnya, agar suatu penderitaan yang terpublikasikan, bisa mendapat perhatian. Setelah itu diusahakan pemecahan. Begitu to maksudnya bad news is the good news? Bukan sekedar menyiar-nyiarkan penderitaan. Apalagi terkaitnya dengan Departemen Pertanian. Salah satu tempat menyampaikan keluhan dengan mengharap kebijaksanaan, untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Sebenarnya apa kambing hitam dari harga telur puyuh yang terpuruk?
Apa ada impor? Biasanya kan impor yang meluber di pasaran nasional bisa bikin harga-harga kelenger? Adakah impor telur puyuh?
Entah saya tidak paham. Angan-angannya sih malah ekspor kalau bisa. Mendukung. Setuju…

Hehehe… Obrolan sore saja, melepas kepenatan setelah mengelap peluh dari kandang. Terbayang-bayang telur yang menggelinding di strimin. Bersama-sama dengan menggelindingnya setumpuk harapan. Pelan-pelan terkikis oleh harga telur puyuh yang terpuruk.

Catatan kenangan di penghujung tahun 2011.

[Puyuh Jaya]

2 responses to “Harga Telur Puyuh 2011 Terpuruk, Benarkah?

  1. Menarik untuk disimak,

    Suatu kabar yg mengembirakan kalau kita bisa menindaklanjuti
    Memang yg pernah saya tahu, setiap masalah kalau sudak masuk media apalagi TV, walaupun TV RI akan mendapat respon dari berbagai pihak

    “bad news is the good news” adalah suatu solusi yg bisa kita tindak lanjuti dengan merebut bola, sekarang tinggal kita mau gak menawrkan beberapa solusi yag sudah banyak kita bahas dalam blog ini, saya kita pemerintah dalam hal ini kementrian pertanian dan juga peternakan juga punya kepentingan untuk meningkatkan pendapat masyarakat bahkan hal ini merupakan program kerja mereka yang mungkin juga sudak dianggarkan dananya.

    Jadi sekarang marilah kita coba komunikasi dg mereka2 yang punya kepedulian dg kita

    Insaalloh kalau kita mau berusaha pasti Alloh akan memberikan jalan keluar yang terbaik, aminnnn. aminnnn….

    Tanggapan memori di ujung th 2011

  2. Terima kasih apresiasinya, Bp. Komari. Begitu pentingnya informasi, apalagi media semacam televisi. Membuka bukan sekedar wawasan, tapi juga pemahaman.
    Semoga setelah harga telur puyuh yang terpuruk ini masuk pemberitaan, mendapat perhatian lebih dari beliau-beliau di departemen terkait. Tentu kebijaksanaan, kepandaian, dan kepiawaian beliau-beliau, dapat mencerahkan kondisi rakyat peternak puyuh ini. Demi untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Apalagi seperti Pak Komari sampaikan, sudah ada program kerja dan yang dianggarkan.
    Saya sendiri blas tidak paham tata pemerintahan birokrasi apapun, namun semoga saja bukan pelaksanaan program kerja yang sekedar menghabiskan anggaran.

    Disamping itu, kita rakyat sudah biasa kerja keras. Mari laksanakan solusi bersama-sama. Berusaha menjadi rakyat mandiri, yang bukan berarti mendirikan pemerintahan sendiri. Tapi mandiri yang tidak sedikit-sedikit mengeluh, merajuk, curhat pada beliau-beliau yang berkompeten dan yang sudah bertumpuk kerjaan.

    Semoga kita semua diberi kekuatan, biarpun tertatih-tatih menapak di ladang agrobisnis di tanah agraris ini.

    Amiin amiin amiin. Berusaha. Bekerja. Dan UUD : Ujung-Ujungnya Doa. Insya Allah, sing temen bakal tinemu.

    Salam semangat.

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s