Beternak Burung Puyuh dan Manfaat Telur Puyuh: Apa Hubungannya?

Lho? Apa hubungannya?

Beternak burung puyuh merupakan usaha budidaya bidang peternakan unggas dengan aktivitas memelihara, merawat, juga membiakkan burung puyuh untuk diambil hasilnya baik telur maupun daging. Selanjutnya disebut sebagai puyuh petelur dan puyuh pedaging.

Manfaat telur puyuh adalah segala yang merupakan akibat positif atau manfaat dari setelah mengkonsumsi telur puyuh, yang mana berdasar beberapa informasi, di dalamnya banyak terkandung gizi nutrisi penuh manfaat, atau apapun yang sangat dibutuhkan tubuh manusia sejak dari bayi sampai lanjut usia.

Sekedar mencoba membuat definisi saja dengan keterbatasan pemahaman mengenai keduanya.

Mencoba membahas hubungan keduanya berikut ini.

Disinilah yang kemudian menjadi salah satu kegembiraan saya. Walaupun mungkin belum tentu menjadi gambaran di dunia nyata, namun geliat aktivitas beternak burung puyuh semakin kentara di dunia maya. Yang berarti juga menggeliat produksi dari usaha tersebut, hasilnya ikut menggeliat juga.

Logikanya begini: minat beternak burung puyuh meningkat > tersedia bibit puyuh > memproduksi telur puyuh (khususnya sebagai topik postingan artikel ini) > selanjutnya adalah semakin banyak juga jumlah telur puyuh yang beredar di pasaran. Otomatis kan? Bibit puyuh = produksi telur puyuh.

Produksi telur puyuh yang meningkat seiring dengan meningkatnya minat beternak burung puyuh sebagai peluang usaha yang masih menjanjikan, terkait erat dengan dunia pemasaran. Dalam hal ini berbagai macam strategi pemasaran diterapkan, demi untuk meraih sebanyak-banyaknya pembeli yang disebut juga sebagai konsumen.

Produksi telur puyuh dan konsumen. Dua hal yang juga berhubungan erat tidak bisa dipisahkan. Sebab dalam produksi telur puyuh tercakup segala hal mulai dari permodalan dan tujuan meraih keuntungan. Di sini mulai terlihat hubungan manis antara beternak burung puyuh dengan manfaat telur puyuh. Terutama di dunia maya ini. Meningkatnya pengunjung yang mencari informasi atas manfaat telur puyuh juga ikut menggeliat. Dari hari ke hari ada dan semakin banyak. Mungkin bisa menjadi indikasi keadaan di dunia nyata, seiring dengan meningkatnya minat beternak burung puyuh, akan berbanding lurus dengan minat mengkonsumsi telur puyuh. Dimana perlu memang mencari informasi manfaat telur puyuh sebelum mengkonsumsi, yang ternyata dibutuhkan bahkan sejak dalam kandungan sampai lanjut usia.

Peningkatan pencarian informasi manfaat telur puyuh di dunia maya semoga menjadi indikasi dari meningkatnya konsumsi telur puyuh di masyarakat atau penyerapan pasar atas telur puyuh.
Imbang dengan meningkatnya minat budidaya beternak burung puyuh.

Sudah terhubungkan sekarang antara beternak burung puyuh sebagai usaha produksi penyedia: manfaat telur puyuh?

Salam
[Puyuh Jaya]

Iklan

18 responses to “Beternak Burung Puyuh dan Manfaat Telur Puyuh: Apa Hubungannya?

  1. Tolong mas di bantu yaa…
    Dulu mana telur puyuh dengan burung puyuh ?

    Trim atas jawabannya

    • Berdasarkan persaudaraan. Saya hanya mengharap “tolong menolong dalam kebaikan”, salah satunya menjawab pertanyaan Pak Komari. Menunggu saudara yang lain menolong memberikan jawabannya.

      Terima kasih jawabannya.

      Walaupun saya kira tergantung peternaknya, kalau beternaknya mulai dari menetaskan dulu, ya lebih dulu telur. Tapi kalau beternaknya mulai dari bibit siap telur, ya lebih dulu burung puyuhnya. Begitu. Karena telur konsumsi tanpa pejantan, kan sepertinya tidak bisa ditetaskan ya, Pak?

      Semoga jawabannya berkenan.

  2. sekedar nyumbang jawaban
    kalau puyuh bertelur berarti lebih dulu puyuh
    tapi kalau telurnya puyuh, maka lebih dulu telur

  3. Ya terima kasih jawabannya

    Maaf mas, cuma intermeso mengendorkan saraf dan otot-otot yg agak kejang habis membersihkan kamar tidur puyuh, boleh kan mass..
    Kelihatannya mas Arif begitu serius dan capaek mikirin blog ini dan bisnisnya/piarannya

    Jawabannya dulu telur karena pertanyaannya dulu mana telur puyuh dan burung puyuh, jadi telur dulu baru puyuh

    Gimana bisa tertawa tidak mas..
    Kalu belum
    Ada lagi pertanyaan
    Apa bedanya Sapi dengan Pak Sapii..?

    Trim, atas tidak dijawabnya pertanyaan diatas
    (hanya iseng mas sambil jaga warnet dan toko, sendirian)

    • Silahkan, Pak Komari. Saya sersan kok. Serius tapi santai. Santai tapi serius. Serius bisa santai bisa. Pokoknya komplit.

      Wah… Kalo deket aja tak temeni, Pak. Sambil wedangan. 🙂

  4. 1000 untuk mas Habibur Rohman

    Hadiahnya Lap Top ambil sendiri di toko Bangunan

    Trim, semoga kita dapat tersenyum

  5. ulasan yg menarik, sedikit tambahan, dulu seingat saya ada komentar kalo tidak salah dari pak komari atau siapa saya lupa, seingat saya pak komari dech, klo salah y maaf heehehehe :),

    kasarnya beliau mengatakan demikian, merosotnya harga telur disebabkan terlalu banyaknya setok telur daripada konsumen, ini akibat dari membludaknya pembibitan sehingga orang mudah mendapatkan bibit puyuh tapi tidak di sertai perluasan pasar telur puyuh itu sendiri.

    menurut saya cukup relevan, namun bagi saya selaku pembibit puyuh. justru stetmen itu kebalik, pembibitan membludak karena pencari bibit puyuh semakin hari semakin banyak. karena memang peternak puyuh petelur konsumsi sangat menjajikan mengenai penghasilan.

    jadi mengharuskan pembibit memperbanyak stok bibit atau munculnya pembibit2 baru. karena peternak bibit notabennya lebih manjajikan dari pada petelurnya dalam artian keuntungan. dan sebagai pembibit tidak bingun mengenai penjualan telur konsumsi karena tidak menghasilkan telur konsumsi, tidak pernah pusing dengan merosotnya harga telur. karena pembibit lebih memikirkan bagaimana bibitnya bisa laku.

    ada lagi komentar dari beberapa teman2 di puyuh jaya yg mengatakan mahalnya harga bibit di peternakan saya.

    menyinggung masalah itu, ceritanya begini. coba teman2 hitung perbandingan beternak puyuh dengan beternak unggas lain seperti ayam ras petelur dan ayam ras pedaging?

    jauh lebih menggiurkan beternak puyuh, dengan modal sedikit dan hasilnya g jauh dengan beternak unggas yg lain.

    sumpah demi Allah banyak pembeli bibit di peternakan saya adalah peternak2 ayam (petelur atau pedaging) yg sudah mapan tapi melihat pengahasilan puyuh lebih menggiurkan mereka rela banting setir ke beternak puyuh.

    bayangkan saja modal beternak ayam dijadikan modal puyuh?
    minimal per order bisa mencapai 20rb puyuh bahkan mencapai 40rb ekor puyuh.

    itu dengan harga puyuh pullet dipeternakan saya yg hampir mencapai 10rb per ekor. bagaimana jika harganya hanya 3500? 4000? atau 5000?

    apa gak semua peternak pindah ke puyuh? jika boleh bersombong ria, sesungguhnya harga mahal dipeternakan saya harus disyukuri, selain memang bibitnya dijamin unggul, selebihnya demi menciutkan nyali pemodal besar membanting setir ke peternakan puyuh, sehingga membludaknya peternak puyuh (yg kata mas arief di opening di atas = produksi telur) sedikit banyaknya terkontrol.

    sehingga hanya orang yg benar2 berniat dengan tulus saja yg mau beternak puyuh. bukan pemodal besar yg hanya mementingkan pendapatan yg secara tidak langsung menindas rakyat kecil yg susah bangkit ketika harga telur melorot.

    “sedit berbagi, jika ada salah kata mohon dikoreksi dan perkenankan maaf bagi saya”

    THANKS . . .

    • Saya dengar statemen praduga seperti itu malah sudah setahunan yang lalu. Rasanya seolah “menyerang” adanya informasi bibit puyuh di blog lama. Bibit puyuh membludak, harga jadi kacau. Apalagi menyebar di masing-masing daerah yang selama ini menjadi sasaran tembak utama pemasaran telur puyuh. Kan kalau di masing-masing daerah produksinya sudah mencukupi untuk daerah tersebut, bisa menutup pasokan dari luar.

      Gimana kalo sekalian aja jadi negara federal???

  6. Ping-balik: Cerita Pengalaman Beternak Burung Puyuh [dari Mas Sholehuddin, Jember, Jawa Timur] | [PUYUH JAYA]

  7. Betul mas saya pernah nulis hal itu.

    Mohon maaf kalau tulisan itu kurang berkenan
    Kalau dilogika juga bisa terbalik,
    Bibit puyuh dan telur puyuh dulu mana ?
    Kata mas Arif, kalau beli langsung Doq atau siap telur ya dulu bitit puyuh, tapi kalau beli telur untuk ditetaskan yaa dulu telur.
    Betul gak..?

    Kembali ke Bibit dan telur,
    Coba saya analogkan:
    Dulu Hp sangat langkah dan barang mewah/mahal\
    Tapi sekarang Hp bukan marang mewah dan mahal
    Apa penyebabnya..
    Apa karena banyaknya Hp yang ditawarkan atau karena begitu pentingnya Hp untuk dibeli…

    Menurut hemat saya salah satu faktor penting adalah karena banyaknya Hp yang bisa dibeli dg harga murah.

    Jadi membajirnya telur puyuh salah satunya juga bisa disebabkan karena mudahnya mendapatkan bibit puyuh/informasi internet dll

    Mengenahi mahal dan murah itu relatif
    Dan tidak salah/halal menjual barang dengan harga sedikit lebih tinggi asalkan antara pembeli dan penjual sama-sama rela atau ada ijab kobul yang sah

    Kalau alasan menjual harga mahal untuk mengendalikan populasi puyuh, bisa juga. dan itu tergantung segmen pasarnya
    Mungkin untuk peternak besar apalagi sudah pengalaman ternak ayam, tentu tidak masalah,
    Tapi juga diperkirkan bagaimana bagi pemula dengan modal pas-pasan ( pas butuh pas dak ada) seperti saya

    Tapi yang namanya penjual biasanya tidak berfikir sejauh itu, yang penting laku dan untung besar (mas Mas lhoooo )

    Begitu mas sedikit ulasan dan presepsi saya yang mungkin bisa salah,

    Mudah-mudahan yang lain bisa menambahkan
    Sekali lagi mohon maaf bila tulisan ini kurang berkenan

    Salam puyuhjaya, maju terus bibit puyuh=telur puyuh

    • Wah, kalo yang ini saya kena juga donx, Pak 😀 😀

      “disebabkan karena mudahnya mendapatkan bibit puyuh/informasi internet dll”

      Apa halaman informasi bibit puyuh dihapus saja jika diduga termasuk penyebab turunnya harga telur???

      Hehe… Salam manis semanis madu untuk stamina puyuh kesayangan.

  8. Maaf Ralat
    Tulisan diatas (ma Mas lhoooo)
    Yang betul ( bukan Mas lhoooo)

  9. slam kenal..sukses selalu

  10. Permisi..
    Apa Puyuh yang tidak dibuahi bisa menetas?
    Terimakasih

  11. mohon di ksih tw gimna cranya agar sukses jd peternak puyuh

  12. pak saya mau ikutan usaha dan ternak puyuh gimana bisa ngasih sulusi ngak

  13. saya sangat senang dengan artikel anda

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s