Pembentukan Rahim: Pentingnya Perawatan Intensif pada Masa Pembesaran DOQ Bibit Puyuh Petelur

Salam sejahtera

Posting kali ini saya ingin membicarakan lagi tentang DOQ bibit burung puyuh petelur.

Seperti postingan2 sebelumnya, postingan kali ini saya akan bercerita yang intinya menekankan pentingnya masa pembesaran DOQ bibit puyuh petelur.

Pembesaran DOQ bibit puyuh bukan ditujukan semata-mata penggemukan, tapi merupakan proses pembentukan rahim sebagai tempat pokok si puyuh memproduksi telur.

Saya sendiri tidak paham dengan pasti bagaimana proses pembentukan rahim puyuh petelur tersebut. Namun, perawatan yang sebaik2nya pada masa pembesaran akan mendapatkan hasil yang sebaik2nya juga di tahap-tahap selanjutnya sampai apkir.

Karena itu (mungkin), pakan untuk DOQ puyuh petelur dinamai pakan STATER.

Menurut petunjuk saat penyuluhan dari PT Peksi Gunaraharja, standar pemberian pakan pada masa pembesaran DOQ puyuh petelur totalnya menghabiskan 6 sak (300kg) pakan stater untuk 1000 populasi.

Standar tersebut harusnya dipenuhi agar rahim terbentuk sempurna pada lebih banyak puyuh petelur yang dibesarkan.

Resiko-resiko yang bisa ditimbulkan karena pemberian pakan stater di bawah standar baik jumlah maupun kwalitasnya antara lain :

1. Kwalitas hasil telur kurang maksimal. Hal ini karena lebih banyak puyuh yang kurang pakan stater mengakibatkan rahim kurang sempurna memproses pembentukan telur.

2. Kwantitas produksi telur kurang maksimal.

Lebih dimungkinkan terjadi banyak puyuh yang rahimnya malah tidak bisa dipakai untuk tempat memproduksi telur.

4. Puyuh petelur lebih pendek masa produksinya.

Umur produksi yang panjang dari puyuh petelur tentu menjadi idaman para peternak. Karena itu perawatan yg sebaik2nya pada masa pembesaran DOQ puyuh petelur menjadi pondasi penting untuk panjangnya masa produksi.

Hanya saja memang seluruh tahap dalam budidaya burung puyuh petelur ini merupakan satu rangkaian proses yg tidak bisa dipisah2kan.

Jika pembesarannya bagus tapi perawatan selanjutnya kurang maksimal, bisa saja resiko2 tersebut dimungkinkan terjadi.

– – – – – – – – – – – – –
Artikel ini terkait erat dengan artikel sebelumnya.
Dan artikel ini juga hanya pindahan utuh dari blog lama.
Terima

Iklan

6 responses to “Pembentukan Rahim: Pentingnya Perawatan Intensif pada Masa Pembesaran DOQ Bibit Puyuh Petelur

  1. belum bisa komentar, karena kemaren sudah kena teguran dari bpk puyuh jepang, katanya saya sangat sadis dalam pemberian pakan hehehehe 🙂

  2. istilahnya ovary / ovarium terdapat follikel tempat pembentukan kuning telur. sedang oviduct tempat perjalanan pembentukan sebutir telur lengkap. istilah rahim kurang relevan dalam hal ini. ok. mohon maaf kalau saya ada pendapat lain.

    • Tidak apa-apa, Bapak. Terima kasih telah menyempatkan menanggapi.
      Inilah yang saya sebut sebagai tanggung jawab ilmiah. Tidak serta merta membiarkan saja ada pembelokan pemahaman yang sesuai dengan disiplin ilmunya.

      Walaupun untuk hal ini saya juga menanggapi kembali. Bahwa istilah “rahim”, saya dapat pada waktu penyuluhan dari pt.
      Inilah yang kalau saya anggap sebagai perbedaan antara bahasa penyuluhan dan bahasa ilmiah pada suatu disiplin, khususnya ilmu peternakan.

      Salam hangat puyuh jaya.

      @Mas Sholehuddin kenapa tidak menanggapi 🙂

  3. rakhmat mauludi

    salama kenal !
    saya harap dapat ilmu & bimbingan tentang budi daya puyuh
    karena ada niat untuk dipraktekkan

  4. bisakah BR 511 diberikan pada puyuh starter / layer

  5. didaerah saya tidak ada pakan puyuh, saya menggunakan BR 511
    apakah BR 511 masih bisa dilanjutkan?

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s