Pengalaman dan Pandangan Mengenai Perlu Tidaknya Memotong Paruh Burung Puyuh

Dari postingan kemarin mengenai hal memotong paruh burung puyuh, ada satu komentar yang mengemukakan pandangan maupun pengalaman perihal tersebut.

Komentar atau tanggapan dari Mas Sholehuddin [Lanang Quail Farm], atas perlu tidaknya memotong paruh burung puyuh ini semoga menjadi inspirasi atau bahkan diskusi. Sebab sepertinya banyak pandangan yang berbeda.
Silahkan disimak:

dari beberapa buku tentang ternak puyuh yg pernah saya koleksi, karena kebiasaan beli buku terbaru tentang ternak di Gramedia, serta buku panduan ternak puyuh dari Medion, disitu di jelaskan perlu pemotongan paruh, bahkan sampai dua kali, yaitu sebelum umur 1 minggu dan sebelum masa produksi bertelur di mulai. Namun, alasannya cuma satu, yaitu mengurangi kanibalisme, sperti mematuk puyuh yg lain atau bahkan mematuk telornya sendiri.

kedua, saya pernah menemukan penelitaian ilmiah dari seseorang, saya baca itu di internet pada waktu itu, disana dijelaskan dari penelitian, bahkan di penelitian itu ada beberapa waktu dimana bagusnya memotong paruh, saya lupa kapan waktu terbaiknya. Namun disini lebih menekankan ke fungsi memotong paruh untuk konversi pakan dan pertumbuhan serta peningkatan produktivitas puyuh.

dari itu sy dulu aktif memotong paruh, yaitu ketika sebelum umur 1 minggu dan sebelum memasuki masa produksi telur (30-40 hari). Namun yg saya rasakan sama, tidak ada perbedaan antara sudah di potong atau tidak, tapi aktivitas itu selalu saya lakukan, ya selama 3 tahunan lah.

Namun, setelah saya kenal dengan Pak Slamet (Slamet Quail Farm) dia menekankan, katanya “dari awal saya beternak burung puyuh, tidak seekorpun puyuh saya di potong paruhnya, toh jika jika pun ada perbedaan antara dipotong dan tidak, itu tidak terlalu mencolok, justru rugi kerjanya”.

mulai dari itu, sampai sekarang saya tidak pernah lagi memotong paruh puyuh saya, bahkan alat pemotong paruh “debreeker” sudah saya jual.

kesimpulannya:

-> ada perbedaan antara dipotong atau tidak, tapi kecil sekali, justru hasilnya tidak sesuai dengan jerih payah kita memotong paruh satu2.

-> jika pemotongan tidak pas, justru paruh yg tumbuh lagi cepat panjang, dengan itu kita akan sering memotong paruh puyuh lagi, karena jika tidak di potong justru puyuh kesulitan mematuk pakan karena paruh yg tumbuh panjang dan melengkung.

-> jika alasannya produksi dan kanibalisme, dengan pemberian pakan yg cukup dan nutrisi juga cukup, itu sudah mengurangi kanibalisme dan produktivitas terjaga.

tambahan:
dulu saya pernah baca artikel, lagi2 di internet, saya lupa, link nya pa, ato di blog ini ya, sy benar2 lupa.
di atikel itu dijelaskan bahwanya kenapa puyuh mematuk bulu puyuh yg lain.
di artikel itu dijelaskan bahwasanya puyuh membutuhkan cairan yg saya lupa namanya untuk dikonsumsi, nah jika pakan yg kita berikan kurang mengandung zat itu maka sebagai gantinya puyuh mematuk bulu puyuh yg lain karena di bulu itulah terdapat zat yg dibutuhkan tersebut.

ND: ini hanya pengalaman saya, jika teman2 yg lain berbeda pendapat silahkan berkomentar, agar peternak yg lain mengerti fungsi pemotongan paruh sebenarnya.

THANKS . . .

Iklan

4 responses to “Pengalaman dan Pandangan Mengenai Perlu Tidaknya Memotong Paruh Burung Puyuh

  1. Siiip………….., matur nuwun atas penjelasan yang berdasarkan pengalaman dan beberapa referensinya, insya Alloh cukup valid.
    Dari beberapa teman memang terkadang ada yang beda pendapat mengenai pemotongan paruh, kalau memang tidak ada perubahan yang signifikan lebih baik “say no to potong paruh” karena saya prihatin juga dengan hal itu, khawatir termasuk golongan manusia yang menganiaya hewan.
    kasian juga kan kalau dipotong, belum lagi ada kesalahan2 kecil terkait dengan cara pemotongannya, bisa2 berakibat ketidaknyamanan pada proses kelanjutan kehidupan sang puyuh.

    mungkin ada lagi yang berkenan memaparkan tentang dampak dari pemotongan paruh puyuh.

    Salam sukses untuk segenap perpuyuhan Indonesia.

    • Yang jelas kerjaannya itu lho, Mas.
      Mbayangkan aja udah capek. Kecuali jika ada peningkatan produktivitas atau umur produksi yang lebih panjang, mungkin bisa dipertimbangkan.

      Salam sukses dan sejahtera.

  2. Burung puyuh di LOMBOK NTB Sangat disyang dan dimanja,karna tiap mlm ada lombakan,dan utk itulah puyuh disini ibarat ana yg masih kcil dimandikan,di bri sangkar yg wah dll….

  3. puyu di lombok yg mahal suaranya,karna dilombakan dan hga bisa mencapai 3 juta klu bagus,karna itu puyuh di lombok sangat memperhatikan semua unsur kesehatan burung puyuh..

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s