Peluang Usaha Beternak Puyuh Masihkah Ampuh?

“Jual Telur Puyuh”

Demikian plang papan promosi itu tegak berdiri di pinggir jalan. Saya sempatkan mengambil fotonya. Karena serasa plang papan “Jual Telur Puyuh” itu menjadi salah satu tempat menaruh segenap harapan peternak puyuh meraih kesuksesan, dan kehidupan yang lebih sejahtera.

Lantas bagaimanakah prospek usaha beternak puyuh yang termasuk jenis usaha berkaitan dengan pemenuhan salah kebutuhan hidup manusia, yaitu makan, masihkah ampuh?

Walaupun bukan termasuk jenis usaha yang produksinya bisa langsung dimakan (butuh dimasak terlebih dahulu – umumnya), namun saya kira usaha puyuh ini masihlah ampuh, alias prospektif. Walaupun memang tidak boleh serta merta menyimpulkan demikian, namun tidak ada salahnya meraba kemungkinan lebihnya. Banyak faktor yang bisa dijadikan ukuran untuk menentukan prospektif tidaknya suatu usaha.
Ahli bidang ekonomi tentu lebih bisa menjawabnya. Sedangkan kalau saya hanya sekedar menurut saya, minimalnya harapan, setelah selama ini berkecimpung di salah satu jenis usaha agribisnis, khususnya puyuh petelur.

Perkembangan jumlah peternak yang meningkat cukup tajam pada tahun 2010 kemarin, menjadi gambaran betapa usaha puyuh ini minimal dianggap cukup menjanjikan. Asumsi tersebut berdasar dari informasi salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kemitraan puyuh, seperti yang telah disampaikan di pemberitaan ini. Menurut saya, walaupun hanya terjadi di satu ruang lingkup perusahaan, bisa menjadi gambaran secara umum tentang bagaimana minat untuk ikut usaha di bidang puyuh. Walaupun tentu banyak faktor yang sebenarnya dipakai untuk mempertegas bahwa satu kejadian di lingkup kecil, untuk mengukur kejadian di lingkup yang lebih luas.

Prospektif tidaknya, kuncinya lebih ada pada pemasaran. Untuk hal produksi saja, saya yakin masyarakat Indonesia pada umumnya adalah pekerja keras. Tentu banyak yang mampu bergelut di bidang produksi telur puyuh. Namun jika lemah dalam pemasaran. Apalah daya.

Terkait erat dengan pemasaran adalah penyerapan pasar. Hal ini dipegang penuh oleh konsumen. Selanjutnya adalah bagaimana menyingkirkan asumsi negatif tentang telur puyuh. Dan hal ini salah satunya melalui ruang media publik bisa dijelaskan. Atau bahkan mengajak meng-konsumsi telur puyuh. Media resmi pun telah ikut mendorongnya dengan pemberitaan. Salah satu contohnya adalah pemberitaan ini. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk media nasional tersebut.

Hal yang lain lagi adalah tentang pakan puyuh. Ini menjadi penentu harga telur puyuh. Ada margin yang pasti, agar harga telur puyuh bisa lebih setelah untuk bisa membeli pakan puyuh.

Faktor lain lagi, biarlah keadaan ke depan yang bicara. Bisa saja toh setelah masyarakat menyadari bahwa telur puyuh tidak berbahaya, bahkan sangat bagus untuk kesehatan, siapa tahu telur puyuh menjadi salah satu bahan roti yang bergizi tinggi dengan segudang manfaat.
Semoga.

Salam.
[Puyuh Jaya]

Iklan

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s