Mengapa saya Lebih Suka Menggunakan Bahasa Baku dalam Menulis Artikel di Blog

Bahasa baku itu sebenarnya yang bagaimana ya? Sepertinya ahli bahasa bisa lebih menerangkan. Biarpun begitu kalau boleh saya sedikit IMHO alias menurut saya, lebih tepat kepada penulisan yang baku. Yang standar. Walaupun mungkin tidak harus EYD banget.
Terutama terkait dengan penulisan di internet sesuai dengan postingan ini.

Sebenarnya lagi, menulis di internet itu bebas-bebas saja sih. Toh bukan menulis untuk presentasi ilmiah semacam skripsi, thesis, maupun disertasi.

Apalagi menulis di blog. Penulis tentu lebih bebas lagi dalam tatacara penulisannya. Tidak ada undang-undangnya maupun kode etik yang mengikat tentang penulisan baku di blog. Begitu kan? Bhkn mw sngktn smwa jg gk papa, kn nls d blg, bbas sj gk ad rsko’xa.
Hehehe… 84hk4n nuL15 d3nz4N c412a b39in1 ju64 t1d4g 4d4 y6 m3l412aN6 t0H. Hehehe..

Toh, blog kan bukan media resmi semacam media online seperti kompas.com, tempointeraktif.com, okezone, detik, dll dll. Pengaturan tulisan di blog lebih sesuka hati.

Sebenarnya memang bebas-bebas saja. Lho? Lantas kenapa saya lebih suka cenderung menggunakan model penulisan baku dalam menulis artikel di internet ini?

Ada dua hal yang menjadi pertimbangan saya mengapa demikian. Tapi sebelumnya perlu menjadi catatan, bahwa pertimbangan tersebut lebih untuk diri saya sendiri. Terutama dalam kaitannya dengan penulisan artikel di internet. Begitu juga apabila mengunggah artikel yang berasal dari komentar. Bukan karena saya sok meralat atau bahkan dianggap memperbaiki. Tapi karena saya memperhatikan dua hal ini yang menjadi pertimbangan saya cenderung mem-baku-kan penulisan.

1. Pertimbangan tentang kemampuan index mesin pencari dan calon pengunjung yang menggunakan jasa mesin pencari.

Dalam kehidupan dunia maya alias internet ini, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Yaitu mesin pencari. Sepertinya mesin pencari atau search engine yang paling populer adalah google. Biarpun banyak juga yang lain semacam yahoo search, bing, dll.

Di belakang mesin pencari, ada calon pengunjung blog kita yang mengetikkan apa yang dicari. Saya kira yang dituliskan di mesin pencari lebih menggunakan penulisan baku. Walaupun tidak menutup kemungkinan bisa juga kata yang diketik merupakan bahasa gaul maupun singkatan-singkatan.
Namun saya kira lebih banyak yang menggunakan penulisan baku atau standar.

Contohnya:
Ada yang mencari informasi mengenai cara membuat kandang puyuh, saya lebih yakin yang diketik ya seperti itu kalimat pencariannya. Tidak ditulis c4R4 m3m8u4T K4nd4n9 Poey03H. Hasilnya cenderung beda.

Nah, karena saya lebih yakin dalam pencarian lebih banyak yang menuliskannya dengan bahasa baku, maka penulisan di artikel pun juga berusaha memakai bahasa penulisan yang baku juga. Agar sinkron dan langsung terindex oleh mesin pencari.

Untuk catatan saja, bahwa posisi di mesin pencari, menjadi hal penting yang menjalurkan pengunjung ke blog. Ibarat mesin pencari adalah pasar, jika mendapat tempat yang paling depan, saya kira cenderung lebih dikunjungi daripada yang berada di garis belakang.

Walau mungkin itu bukan ukuran pasti. Karena pengunjung tidak semata datang lewat mesin pencari.

2. Pertimbangan bahwa belum tentu artikel hanya dibaca oleh yang bisa berbahasa Indonesia.

Internet ini bersifat mendunia. Karena itu beruntunglah yang bisa menulis dengan bahasa internasional, semacam bahasa linggis. Dengan kata pencarian berbahasa internasional, tentu lingkup yang menggunakan mesin pencari juga lebih luas lagi.

Walaupun begitu, sekarang sudah ada google translate, yang walaupun apa adanya namun lumayan kadang bisa dimengerti sedikit-sedikit.
Nah, seupama ada pengunjung berbahasa asing ingin membaca blog kita, kan tinggal ditranslasi lewat google translate. Saya kira yang bisa diterjemahkan google translate hanya bahasa penulisan yang baku atau standar saja. Untuk penulisan dengan banyak singkatan ataupun penulisan dengan bahasa gaul, cenderung tidak bisa diterjemahkan oleh google. Entah ke depannya mungkin lama-lama bisa.

Dengan dua pertimbangan itu, saya beranggapan bahwa artikel-artikel dengan penulisan bahasa yang baku, diharapkan lebih mudah terbagi dan dikunjungi lewat mesin pencari.

Ada pendapat lain?

Saran, kritik, masukan sangat saya harapkan. Demi untuk kita bersama.

Salam.
[Puyuh Jaya]
Email: puyuhjaya@gmail.com

Iklan

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s