Akibat-Akibat Mencampur Pakan Puyuh dengan Bekatul (Dedak Halus)

Tiap kali ada penyuluhan dari PT kemitraan di kelompok peternak puyuh, satu hal yang sering disinggung dan diingatkan yalah: jangan mencampur pakan. Jadi sangat dihimbau untuk memakai pakan murni pabrikan. Didukung dengan keterangan-keterangan mengenai akibat-akibat dari mencampur pakan. Terutama apabila mencampurnya dengan bekatul (dedak halus).

Oleh bapak-bapak penyuluh dari PT dijelaskan bahwa akibat dari mencampur pakan puyuh, antara lain:
kerabang telur jadi tipis dan mudah pecah/retak, umur produksi tidak panjang, kesehatan puyuh terganggu dan mudah terkena penyakit.

Namun himbauan tinggal himbauan. Sepertinya tidak begitu ngaruh pada peternak. Apalagi waktu itu sistem pembelian telur puyuh masih dihitung bijian. Rugi dong kalo nggak nyampur…..
Banyak sekali waktu itu peternak plasma yang mencampur, bahkan berlebihan. Campuran 4:2 itu sudah biasa. Bahkan 2:2 mungkin sekali.

Untuk hal ini di blog lama pernah ada agen pemasaran telur puyuh PT yang mengeluh karena dikomplain konsumen. Menjadi indikasi waktu itu akibat dari mencampur pakan yang bahkan berlebihan, bikin repot juga bidang pemasaran.

Akhirnya sistem pembelian dirubah menjadi timbangan kiloan. Wah…. Terbukti pada awal-awal pemberlakuan, banyak sekali yang mencampur. Maklum, namanya juga meningkatkan keuntungan, ditambah sudah ada jaminan pasar.
Lebih lanjut lagi kemudian memberlakukan Feed Intake sebagai standar pengambilan pakan disesuaikan dengan jumlah populasi.

Hasilnya tentu saja sampai sekarang kualitas produksi telur puyuh dari peternak-peternak plasma sangatlah bagus. Tentu menambah nilai dalam ketatnya persaingan di pasar yang ubek-ubekan mungkin belum ada pengembangan wilayah.

Teringat pada kondisi tersebut, kebetulan ada pengunjung yaitu Bp Miftah Farid, yang berkenan menuliskan komentar, terkait dengan akibat mencampur pakan puyuh dengan bekatul (dedak halus).

Saya ambil dari komentar Bp Miftah Farid di halaman Pakan Ternak dan Permasalahan.

Sebagai berikut:

———

Adapun akibat pencampuran pakan puyuh dengan bekatul (dedak halus) dengan komposisi yang disebutkan, bisa disimak di komentar Bp Miftah Farid pada halaman yang sama. Sebagai berikut:

dari hasil percobaan pak komari dapat sy hitung kandungan nutrisinya sbb.
perbandingan 3 pakan jadi : 1 dedak halus maka didapat kandungan nutrisi pakan sbb. Protein 18%, Lemak 7%, Serat 6.75%.Calsium 2.63%, Phosphor 1%, EM 2650 Kkal/kg. sy komentari begini:

A. Jelas untuk protein terjadi kekurangan 2-4% hal ini dpt menyebabkan penurunan produksi telur (jumlah telur), kedua terjadi penurunan bobot telur.

B. Serat terjadi kenaikan, 1.7% ini berakibat kecernaan puyuh terhdp pakan campuran bpk menurun, pengaruhnya jelas pada produksi telur.

C. Calsium pada pakan bpk terjadi penurunan sebesar 1%, ini berakibat kerabang telur yg dihasilkan lebih tipis mudah pecah akibat yg fatal dikemudian adalah hypocalsemia dpt menyebabkan kelumpuhan, karena jumlah kalsium yg dibutuhkan untuk kulit telur dari pakan kurang, maka tubuh akan mengambil Calsium pada jaringan tulang (Ca-Phosphat dan Ca-Karbonat).

D. Energi metabolisme pakan bapak terjadi penurunan sekitar 50-100 kkal/kg. hal ini bisa merangsng proses glikoneogenesis, yaitu sebagian protein dan lemak pada tubuh puyuh diubah menjadi energi.
– – – – – – – –

Terima kasih.
Salam.
Puyuh Jaya.

– – – – – – – – – – – –

Artikel terkait: Mencampur Pakan Puyuh dengan Bekatul (Dedak Halus), Baik atau Tidak???

Iklan

4 responses to “Akibat-Akibat Mencampur Pakan Puyuh dengan Bekatul (Dedak Halus)

  1. salam mas…
    Sy di sulawesi tenggara & berminat ternak puyu, tp kesulitan mendapatkan bibit…
    Mhn solusix mas…
    Makasih sebelumx.

  2. numpang tanya gan,klu dicampr dengan jagung gmn y gan,dengan skala campuran 2:1.2zak pakan,1zak jagung.mhon penjelasannya,atas partisipasinya saya ucapkan byk2 trima kasih.

    • intinya jika pakan jadi jgn dicampur lagi kang, soalnya pakan jadi dah memenuhi kebutuhan min. nutrisi puyuh, jika dicampur jagung akan berpengaruh ke prosentase protein dan kalsium akan menurun,

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s