Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Menulis

Yang dibutuhkan untuk menulis, tentu saja secara fisik adalah sarana dan prasarana. Pada jaman dahulu, dikenal adanya lontar, bahkan tulang unta. Lebih dahulu lagi, sekedar menuliskan di dinding batu. Coba buka-buka lagi atau ingat pelajaran sejarah.

Perkembangan jaman, kemudian dikenal adanya kertas sebagai bagian dari sarana menulis. Seiring kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, hingga sekarang, menulis pun bisa di dunia maya. Di hamparan alam internet dengan segenap hiruk pikuknya.

Lalu kenapa ada kegiatan pada manusia yang disebut dengan menulis?

Satu kegiatan yang berkaitan erat dengan menulis adalah membaca. Bacalah! Dengan ditulis, maka bisa dibaca. Tidak ada yang ditulis, ya otomatis tidak ada yang dibaca.

Catatan sejarah, ajaran, pemikiran, karya sastra, ilmu pengetahuan, semuanya merupakan hasil yang tertuang dari kegiatan menulis.

Jawaban dari pertanyaan kenapa ada menulis, ialah agar dibaca.

Kembali pada topik. Apa yang dibutuhkan dalam menulis?
Di atas telah sedikit saya singgung tentang kebutuhan fisik yang berkembang dari jaman ke jaman, mengikuti pesatnya teknologi dan ilmu pengetahuan.
Menurut saya, masih ada kebutuhan yang lain lagi untuk aktivitas menulis.
Apa saja… Ini menurut opini saya lho…

1. Kemauan.

Tidak ada kemauan tentu tidak mau menulis. Mungkin ada yang dipaksa, tapi mau-nya karena terpaksa. Berarti masih mau. Masih ada kemauan.
Dasarnya yang utama adalah niat. Niat menulis atau tidak. Jika tidak niat, mana ada kemauan menulis.

Dorongan niat, akhirnya menjadi kemauan dengan sukarela. Jadilah tulisan.

2. Ada yang dituliskan.

Kalau tidak ada yang mau dituangkan dalam tulisan, ya mau nulis apa? Begitu kan?
Ada curhat, cerita pengalaman, apa yang diketahui, nulis puisi, cerpen, karya ilmiah, laporan, pemikiran, kisah, tip trik, prediksi, analisa. Apapun itu dalam pikiran dan perasaan, intinya adalah ada yang dituliskan.

3. Bisa menulis dan membaca.

Nah… Yang ini merupakan kebutuhan pokok non fisik juga untuk bisa menulis. Lho, kenapa membaca juga ikut serta?
Karena kalau kita menulis, otomatis juga membaca. Benar tidak?

Apalagi ya yang dibutuhkan untuk bisa menulis??

Kemampuan??

Jika minimal sudah mempunyai tiga kebutuhan menulis seperti di atas, saya yakin semuanya mempunyai kemampuan.

#marimenulis

Salam.
[PUYUH JAYA]
puyuhjaya@gmail.com

Iklan

2 responses to “Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Menulis

  1. Saya boleh tambah…kan…/ tanduk….

    Satu yang harus ada yaitu alat /sarana dan prasarana
    Contoh: buku, bolpen, komputer, lap top, internet

    Seperti saya terangsang untuk nulis salah satu faktornya adalah adanya laptop/kompter dan internet.
    Seandainya saya tidak ada laptop mungkin sy tidak akan nulis, dan loptop saja juga belum cukup merangsang/tergerak untuk nulis kalau belum conek dg internet.

    Itu hanya pengalaman saya, bukan sebenarnya juga tergantung kita sendiri ada kemaun keras atau tidak untuk nulis,sasalah sarana bisa dari apa saja.

    Mungkin mas Arif juga punya pengalaman mengapa sekarang begitu intens/rutin menulis di blog ini, apakah sebelumnnya juga melakuan hal yg sama sebelum menjadi tuan rumah asean game perpuyuhan ?

    Terus terang saya salut dan kagum, mengapa Mas Arif begitu banyak berkorban harta/biaya, waktu dan tenaga untuk kemajuan blog ini, padahal mungkin tidak banyak / tidak ada keuntungan materi/harta yg mas peroleh (kalau tidak salah) bahkan sebaliknya.

    Sebenarnya yg bisa kita tulis sangat banyak, seandanya kita gunakan air laut sebagai tinta, walaupun air laut habis, maka masih sangat banyak yg belum selesai kita tulis.

    Salam Hangat, sehangat tulisan PUYUHJAYA

    • Terima kasih Pak Komari telah melengkapi sarana dan prasarana.
      Sepakat, sampai air laut habis untuk menulis pun, masih banyak yang belum dituliskan.

      Memang untuk membuat blog di WordPress yang gratisan ini, tidak mengharap keuntungan dari aktivitas ngeblog. Di WordPress tidak diijinkan memasang banner pay per click atau link iklan afiliasi yang jika ada yang mengeklik, kita dapat recehan. Jika memasang seperti itu, blog langsung dihapus otomatis oleh sistemnya WordPress.
      Tapi saya yang paling bisa mengelola dan ringan untuk hape, ya di WordPress ini.
      Jika ingin mencari uang dengan memasang iklan afiliasi pay per-click, kontes ngeblog, dll ya jangan menulis di wordpress.

      Khusus nulis di blog, istilahnya sebagai narablog atau blogger, saya aktif baru sejak 2008. Mulai dari blog lama. Sebelum ngeblog, saya aktifnya di chatting. Selain main game 🙂

      Lalu apa keuntungannya?

      Mungkin Pak Komari pernah mendengar ungkapan bahasa jawa “seneng ki larang regane”.
      Di rasa ‘seneng’ itu Pak keuntungan yang jelas dan memuaskan dalam aktivitas ngeblog di wordpress ini. Tulisan kita ada yang membaca dan mengapresiasi.

      Keuntungan materi memang menyenangkan, tapi juga belum tentu bisa menyenangkan. Apalagi kalau dihinggapi rasa kurang. Tidak akan ada puasnya. Biarpun jagat diemperi, menuruti rasa kurang, akan terus dan terus tidak puas.

      Begitu, Pak Komari. Saya hanya mengharap doa saja. Semoga usaha diberi kelancaran dan kemudahan mengais rejeki di bumine Gusti Allah ini. Walaupun juga cuma pinjaman dari-Nya, ketika saatnya ‘pulang’, tidak ada yang dibawa, selain kain kafan dan sebidang tanah ukuran 1×2 meter sudah muat untuk jasad kita.
      Kullu nafsin dza iqotul maut.

      Mengenai waktu, saya kira tidak mengganggu. Dibuka hanya kalo sudah luang. Walau kadang memang menyempatkan. Mencari keuntungan rasa ‘senang’ itu tadi.

      Catatan saya: “aku menulis, maka aku ada” 🙂

      Dan sangat terima kasih untuk Pak Komari dan yang lain, berkenan mengunjungi dan apalagi menyempatkan menulis komentar. Menambah keuntungan saya, yaitu keuntungan rasa senang. Selain juga saya bisa ikut belajar.

      Salam hangat Pak Komari. Sehangat komentar-komentar dari Pak Komari, yang senantiasa saya tunggu.

      Terima kasih.

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s