Harga EMAS dan Harga LEMAS Telur Puyuh, Bagaimana Peternak Menyikapi

Salam kesejahteraan senantiasa untuk peternak khususnya, dan seluruh masyarakat se-Indonesia.

Harga Emas dan Harga Lemas Telur Puyuh.

Berbicara fluktuasi harga atau naik turunnya harga di pasaran atas suatu hasil produksi, terutama dalam bidang usaha ternak unggas. Konon kata para senior, sudah menjadi pakaian pelengkap alias wajar dan biasa. Demikian juga kejadian fluktuatif tersebut dialami pada harga telur puyuh.

Oleh sebab naik turunnya harga telur puyuh itulah, saya membikin istilah HARGA EMAS dan HARGA LEMAS.

Harga emas maksudnya harga dimana telur puyuh sedang dalam masa puncak atau puncak-puncaknya laku di pasaran. Pada masa harga emas ini, istilahnya keuntungan setelah harga jual telur dikurangi pembelian pakan, operasional, atau bahkan dikurangi untuk tabungan pengembalian modal, sisanya bisa untuk beli emas. Amiiin…

Sedangkan yang saya maksud dengan harga lemas yalah seperti bulan-bulan ini. Bisa bikin peternaknya lemas. Terlepas dari bagaimana permainan pengepul, bakul, dll… Namun mekanisme pasar lah yang saya kira lebih menentukan. Ketika animo konsumen telur puyuh menurun, otomatis penyerapan pasar juga ikut menurun. Padahal produksi telur tidak menurun, bisa ajeg, bisa juga malah menambah, atau sama saja jumlahnya.
Penumpukan telur puyuh di gudang-gudang pengepul maupun juga di tempat peternak, ikut menandai kondisi harga lemas ini.

Anehnya, berdasar cerita yang berulangkali saya ceritakan juga, dari peternak-peternak senior (rata-rata mereka beternak sudah di atas 10 tahun), harga lemas ini biasa terjadi pada bulan-bulan yang berakhiran BER. Walaupun tidak bisa menjadi patokan pasti. Namun seolah seperti berirama setiap tahunnya. Irama yang teratur.

Entah kenapa jika bulan mulai masuk yang berakhiran BER. Penyerapan telur puyuh di tingkat konsumen lantas menurun. (Kecuali tahun 2010).
Hal ini diperkuat lagi dari keterangan petugas PT tempat saya bermitra. Yang mana sekarang, berdasar cerita petugas kelilingan, bahkan teras kantor pun menjadi tempat menumpuk telur, saking penuhnya gudang yang tidak muat lagi.

Sebabnya tetap tidak tahu kenapa setiap masuk bulan BER, menjadi begitu. Sekali lagi ini hanya ilmu titen yang menjadi kesimpulan sementara setelah berulang-ulang bertahun-tahun keadaannya demikian.
Nah… Setelah masuk bulan Januari, mulai sedikit-sedikit harga telur puyuh merangkak naik dan terus naik sampai mencapai harga emas, istilah saya.

Bagaimana Peternak Menyikapi.

Di sini saya akan sedikit berpendapat. Jikapun dianggap nasehat, terutama saya tujukan untuk saya pribadi, sebagai pembelajaran setelah selama ini mengalami.

Bagaimana ketika sedang harga emas?

Pada saat harga emas, keuntungan menggunung. Sebenarnya tanpa ditulispun juga sudah pada paham. Yaitu program saving. Alias menabung.

Tapi kadang terlupa. Maka ini seolah wajib. Harus mengingat bahwa bisa tidak selamanya harga telur puyuh itu selalu tinggi. Bisa ada rendahnya.
Istilahnya tidak boleh lupa daratan, lantas dihabis-habiskan.

Karena itu perlunya menyimak lagi Analisa Usaha Puyuh, dimana di dalam analisa tersebut ada unsur pokok usaha ternak puyuh, yaitu: pengembalian modal.
Yang berarti keuntungan sekedar hasil telur dikurangi pakan per-minggu belumlah keuntungan, sebelum modal kembali.
Satu kata dalam keadaan harga telur puyuh sedang dalam kondisi harga emas, yaitu: menabung.

Bagaimana ketika sedang harga lemas?

Sebagai peternak plasma, untuk yang ini rasanya kurang pas apabila saya sampaikan. Sebab bisanya hanya pasrah pada PT inti plasma, dan berdoa semoga mekanisme pasar segera memperbaiki harga.
Salah satunya dengan membuka tabungan, untuk peremajaan puyuh-puyuh yang memang diharuskan apkir oleh PT. Puyuh yang umurnya di atas 52 minggu.

Barangkali dari peternak yang memasarkan sendiri telur puyuhnya, ada yang berkenan berbagi pengalaman, bagaimana jika harga sedang lemas? Silahkan…

Terima kasih.

Salam.
[Puyuh Jaya]
puyuhjaya@gmail.com

Iklan

3 responses to “Harga EMAS dan Harga LEMAS Telur Puyuh, Bagaimana Peternak Menyikapi

  1. sangat tepat sekali apa yg telah dipaparkan oleh mas arief.
    apapun itu cara terhebat untuk menghindari adalah pencegahan.
    “sedia payung sebelum hujan”
    ketika harga telur puyuh melambung, semua biaya operasional terpenuhi, berpandailah mengelola manajemen keuangan, jgn lupa, penyusutan kandang, sisihkan pengembalian modal, menabung.
    dengan cara itu, ketika harga lemas, masih ada cadangan makanan untuk masa ketika harga lemas.
    harga blitar (harga yg kebanyakan sebagai patokan peternak) sekarang 9500/kg naik 500 dari minggu lalu yg hanya 9000/kg, semoga ini kabar baik dan menjadi awal naiknya harga telur puyuh.
    di jember, pengepul besar mengambil telur dengan harga 10.500/kg.
    siasat saya, tidak mungkin saya jual 10.500/kg, karena pasti saya rugi,
    mungkin sudah uraikan di komentar saya di tret lain,
    saya ajarkan anak2 muda disini yg nganggur untuk menjual telur puyuh matang, seharga 1000/4 butir. saat ini sudah ada 4 anak yg menjalankan.
    alhamdulillah, tiap anak mampu menghabiskan 3kg/hari.
    kedua, saya promosikan ke rumah2 kalau harga telur puyuh anjlok,
    saya jual 13.500/kg, saya bandingkan dengan telur ayam petelur yg naik hingga 14000/kg,
    alhamdulillah juga anemo masyarakat yg langsung membeli mengalami lonjatan, untuk dijual ke masyarakat umum (terjun langsung) rata2 saya bisa menjual 10kg/hari, ditambah warung2 yg sudah mulai mengganti telur ayam ke telur puyuh, dngan telur puyuh yg kecil dibandingkan telur ayam, otomatis telur puyuh jumlahnya lebih banyak.
    kata warungnya, lebih banyak hasil dari telur puyuh mas.

    Hanya saja.
    SAVING (menabung) adalah Payung terkuat ketika ada badai menerjang.

    • Terima kasih, Mas Sholehuddin.
      Mengambil hikmah dan pembelajaran, perlu juga ketika kondisi sedang kurang baik. Kondisi dimana suatu dunia usaha sedang sulit. Kalau pembelajaran hanya dari yang manis-manis saja, bisa-bisa kaget ketika sedang terlanda keadaan rumit.

      Untuk program saving ketika harga emas, lebih sering sulit atau bahkan tidak bisa dilakukan, apalagi manakala terpeleset perhitungan pada sistem permodalan yang seperti ini.

      Semoga segera dalam perbaikan keadaan. Untuk ke depannya lebih berhati-hati melangkah.

      Salam sejahtera dan sukses selalu.

  2. Ping-balik: Ketika Harga Telur Puyuh Dihadapkan dengan Harga Pakan Puyuh | [PUYUH JAYA]

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s