Menengok Teknis Pembesaran DOQ Ayam Jawa / Kampung Super dengan Pemanasan Memakai Arang Kayu

Salam sejahtera
Salam bahagia

Beberapa hari tidak posting, rasanya seperti lama sekali. Ingin juga menulis dan sesering mungkin menulis. Tapi kadang ada beberapa hal yang menjadi kendala. Semoga tidak menjadi halangan untuk berbagi.

Kali ini, saya ingin sedikit bercerita, hasil dolan dari rumah tetangga. Yang mana tetangga saya ini baru mulai beternak ayam kampung super / ayam jawa super. Pemanasan pada saat pembesaran DOC ini menggunakan bahan bakar arang.

Peternakan milik tetangga ini memang terhitung skala kecil. Disamping juga tidak ikut kemitraan seperti yang dahulu pernah saya postingkan tentang ayam jawa super / ayam kampung super.

Beruntung sekali, saya bisa mendapat kesempatan mengikuti perkembangan sejak awal kedatangan DOC. Sehingga bisa bercerita bagaimana teknis pembesarannya.
Menurut rencana, jika ada kesempatan dan tenaga, dari perkembangan awal sampai panen, ingin saya ceritakan di sini. Biarpun skala kecil, yang mana ternakan milik tetangga ini sejumlah 200 populasi. Barangkali bisa menjadi gambaran terkait teknis beternak ayam jawa super / ayam kampung super.
Dengan pertimbangan, sekedar informasi saja, bahwa tetangga saya ini bertahun-tahun menjadi tenaga buruh di peternakan ayam pedaging broiler milik tetangga yang lain lagi. Sehingga pengalaman kerjanya di peternakan ayam pedaging, sedikit teknisnya diterapkan di usaha mandiri ini.

Yang menarik dalam teknis beternak ayam jawa super / ayam kampung super milik tetangga ini, diantaranya pada bahan bakar arang yang dipakai untuk pemanas pada pembesaran DOC-nya.

Ruangan khusus pembesaran ketika masih DOC, saya lupa istilahnya apa, mungkin boarding ya . . CMIIW. Berukuran sekitar 150 cm x 250 cm. Ini untuk awal datangnya bibit.

Seperti terlihat pada gambar di atas. Ruangan seperti sekat tersebut dikelilingi dengan seng, setinggi sekitar 1 meter. Kemudian arang pemanas digantungkan di tengah-tengah ruangan pembesaran. Di bawah arang yang memakai wadah strimin, diberi tampungan untuk abu sisa pembakaran. Terlihat pada gambar foto memakai genting, atau apa saja yang sekiranya bisa menampung abu.

Lapisan bawah atau alas yang untuk pembesaran ini menggunakan sekam. Di atas sekam dilapisi kertas koran. Lantas bibit ditabur di ruangan yang sudah dipersiapkan tersebut.
Arang sebaiknya memakai yang berbahan kayu akasia, kesambi, atau sono. Jika arangnya berbahan kayu jati, sering meletup-letup.

Bagaimana mengatur suhu pemanasannya?
Berdasar dari cerita tetangga. Jika terlalu panas, arang yang menyala bagian atas disiram air. Tentu sekedarnya saja, tidak diguyur yang sampai membasahi ruangan. Bisa diperkirakan.
Jika kurang panas, arangnya ditambahi.
Untuk pemanasan pada pembesaran populasi 200 ekor ayam jawa/kampung super ini, pengisian arang cukup setengah saja dari wadah strimin yang dibikin bundar memanjang seperti pada gambar.

Pengambilan gambar foto ketika DOC ayam jawa/kampung super berumur 1 hari sejak kedatangan. Saya tidak paham apakah teknis tersebut sudah standar atau belum.
Sekedar berbagi.

Salam puyuh jaya.

Iklan

15 responses to “Menengok Teknis Pembesaran DOQ Ayam Jawa / Kampung Super dengan Pemanasan Memakai Arang Kayu

  1. wah, kreatif, untuk pemanasnya, kayaknya lebih irit ya dri pada gas?
    siapa tahu bisa di formulasikan ke kandang doc broiler dan horn punya sodara, mumpung baru datang jg . . .

    • Mas Sholehudin hadir juga, terima kasih 🙂
      Maaf dan maklumnya, kondisi akhir-akhir ini sampe bikin belum bisa melaksanakan kesanggupan.

      Untuk pemanasan dengan arang kayu, kalo di daerah saya biasa untuk pembesaran ayam broiler. Dulu-dulu memang memakai tabung gas. Tapi pernah ada yang gas nya tertunda pengirimannya, bisa bikin kacau. Dan katanya memang jauh lebih irit.

      Banyak peternak puyuh yang juga menggunakan arang. Tapi saya belum sempat dolan. Soalnya bukan peternak puyuh daerah saya ini. Agak jauh.
      Kapan-kapan pengen liat juga caranya. Sekali pembesaran puyuh dengan pemanasan arang, biasa sekaligus 5000 doq.

      Salam malam, Mas Sholeh.

      • bisa minta gambar yang besar, atau sharing lagi gmn teknik pembuatan tu pemanas beserta bahan2 nya mas arif? soalnya gambarnya terlalu kecil, g bisa liat dengan jelas gmn tu pemanas.

        • Bisa, Mas. Sebenarnya kemarin saya ambil fotonya pake kamera. Tapi lupa kabel datanya dibawa saudara istri. Jadi tak jepret lagi pake hp kemarin siang.

          Teknis pembuatan bisa besok tak minta detilnya dan ambil gambarnya. Malah kalo memungkinkan pas waktunya bisa bersamaan, saya liputkan (bergaya wartawan) bagaimana pemakaiannya di ternak ayam broiler. Sepertinya punya tetangga mau turun lagi. Sekarang baru saja panen.

          Sip, Mas. Salam hangat jabat erat.

  2. sips dah,
    semangat ne untuk melakukan percobaan pemanas baru untuk kandang broiler n horn sodara….

  3. Lama nggak berkunjung neh Om. Salam persahabatan selalu.

    • Terima kasih kunjungannya, Mas Irfan.
      Tentu kabar baik dan sejahtera selalu dari Mas Irfan.
      Keep posting.
      Keep blogging.

      Salam semangat. Persahabatan dan jabat erat selalu.

  4. wah..boleh ditiru tuh, tp apakah sudah memenuhi standar pemeliharaan ayam?

    • Terima kasih atas tanggapannya, Mas Yadi.
      Informasi dan gambar saya dapat dari tetangga yang beternak.
      Mengenai standar, saya tidak paham.
      Namun saya kira cara yang dipakai tetangga tersebut menitikberatkan pada hasil dan penghematan.

      Salam sejahtera.

  5. boleh jg tuh ide pemanasnya apa g berbahaya?
    Tp klo tuk pemasaran gmn?karena d daerah saya ( selogiri ) banyak yang pusing masalah penjualan……..mohon bantuannya?

    • Dari selama ini pemakaian arang untuk pemanasan pada bibit ayam / bahkan puyuh, belum pernah ada bahaya yang terjadi.

      Mengenai pemasaran, kebetulan di sini ada pengepul yang selain menjual bibit, juga siap menampung hasil panen jika peternak tidak bisa menjual sendiri.
      Mungkin berkenan sharing kontak pribadi? Siapa tau ada yang ingin menghubungi?

      Terima kasih.
      Salam

  6. salam kenal gan.
    saya dari surabaya, bagian barat. Saya anggota baru..ingin belajar banyak tentang peternakan..mohon bimbingannya..
    Wassalam.

  7. assalamualaikum..saya ada masalah tentang pembesaran ayam kampung dan mohon solusinya,karna dalam pembesaran ayam kampung saya banyak yg mti..wassalam.

  8. aslm, mhn petunjuknya saya ada masalah tentang ayam kampung saya, karena setelah berusia 1 minggu ayam saya banyak mengalami kematian

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s