Ternyata Aktivitas Menulis Sudah Membudaya di Masyarakat Kita, Benarkah?

Mengungkapkan pikiran dan perasaan bisa dengan lesan dan atau dengan tulisan. Pengungkapan dengan tulisan itulah kemudian memunculkan kegiatan/aktivitas yang disebut dengan menulis. Merangkai huruf demi huruf, menjadi kata, kalimat, paragraf, hingga menjadi satu kesatuan artikel yang utuh.

Rasanya sama saja dengan pengungkapan lewat lesan, seperti halnya berbicara, hanya saja caranya ditulis. Yang keluar bukan suara, tetapi tulisan. Begitu prinsip saya tentang menulis.

Aktivitas menulis, sekarang sudah menjadi hal biasa. Bukan hanya dimiliki oleh penulis-penulis profesional yang sudah menerbitkan buku, baik itu fiksi maupun non fiksi. Hampir semua orang sekarang menjadi penulis. Yang mana mereka mengungkapkan pikiran dan perasaan, lewat tulisan.
Apa saja yang menandai demikian, sehingga saya anggap menulis telah membudaya?

Contoh yang paling umum, adalah menulis dalam sms. Siapa yang tidak mengenal sms? Ketika gadget mulai dari handphone biasa sampai yang canggih-canggih bertebaran. Sms telah menjadi aktivitas umum.

Pesan singkat atau sms yang dikirim lewat perangkat komunikasi, merupakan kegiatan menulis. Lewat sms, apapun bisa diungkapkan, mulai dari informasi sampai emosi. Mulai dari rayuan sampai hujatan. Adakalanya seolah seperti berteriak, namun juga bisa seperti berbisik.
Dengan sms, sadar tidak sadar, sudah menjadi kegiatan menulis. Dengan sms, bisa bercerita apa saja. Lewat tulisan.

Cobalah dibayangkan, bagaimana cowok dalam pendekatan kepada cewek, diantaranya dengan lewat sms.
Sampai kemudian menjadi sepasang kekasih, hingga berlanjut ke pernikahan.
Jika semua sms dikumpulkan, mulai kali pertama sms saat masih berkenalan, sampai sms-sms sekitar pernikahan. Berapa ratus sms, berapa ribu sms, saling berbalas, jika dijadikan buku, bisa jadi merupakan buku yang tebal penuh kenangan.
Keduanya adalah penulis. Penulis sms.

Menulis, tidak lagi harus menggunakan pena dengan tinta bak, di atas kertas atau sekedar dicoretkan di dinding. Ketika menulis sekarang sudah membudaya, cukup jari jemari menari di atas keyboard, baik komputer / laptop, juga di atas keypad handphone. Mulai dari menulis di MS Word, email, facebook, twitter, friendster, blog, netlog, google+, dan sederet tempat dimana bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan.

Sadar tidak sadar, hampir semua dari kita sudah menjadi penulis. Teknologi yang kian berkembang, menyeret pemakai-pemakainya menjadi penulis.
Biarpun bukan penulis profesional yang menerbitkan buku-buku, naskah drama, dll . . Yang jelas, menulis sudah membudaya. Tidak peduli itu siapa, profesi apa, tingkat pendidikan yang bagaimana.
Lebih-lebih dengan menulis di blog, syukur-syukur membawa manfaat, semoga menjadi bagian dari amal ibadah, yang pahalanya akan terus mengalir, seiring dengan perjalanan waktu di dunia, yang suatu saat pasti akan ditinggalkan juga.
Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading. Adakah yang salah pabila penulis biarpun bukan profesional, akan meninggalkan tulisan? Karena kita adalah penulis.

Salam menulis.

*gambar koleksi pribadi

Iklan

10 responses to “Ternyata Aktivitas Menulis Sudah Membudaya di Masyarakat Kita, Benarkah?

  1. bener2. ada beberapa orang yang telah meninggal dunia dikenang lewat blog, udah kayak penulis-penulis generasi lama yang dikenang lewat buku-buku karyanya. sekarang konsumen/pembaca bisa merangkap sebagai publisher.

    • Terima kasih apresiasinya, Mas.
      Kadang bisa sekedar coretan, akan meninggalkan kesan, kenangan, atau apapun itu di masa yang akan datang.
      Hari ini akan menjadi sejarah di esok nanti.
      Dengan tulisan, mari kita torehkan kenangan.

      Salam berkarya.

  2. Sayangnya, mereka yang terbiasa sms-an, chatting dan FB-an, belum tentu bisa jika disuruh menulis di Ms. Word. Dulu, saat masih mengelola warnet, saya pernah meminta tolong operator, yang sedang asyik chatting, untuk untuk menyalin sebuah tulisan ke Ms. Word. Dia bingung lalu mengatakan tidak bisa. Waktu itu saya tidak percaya.
    Sekarang saya hanya bisa maklum saat istri saya, seorang guru yang update status FB tiap 5 menit, meminta tolong kepada saya untuk mengerjakan semua tugas laporan yang harus diserahkan ke kepala sekolah. Hmmmh…

    • Ada juga yang, Bung Nando, fenomena seperti itu. Tentu tidak akan menilai bagaimana. Sebab bisa jadi, ada pertimbangan fungsi dan kepentingan dari masing-masing pribadi, untuk perlu atau tidaknya belajar MS Word.
      Namun minimalnya, baik yang aktif menulis status di facebook, atau juga menulis sms, akan terperangah jika mengumpulkan tulisan-tulisannya yang lalu. Barangkali berikut dengan komentar-komentarnya di status. Atau berbalas jawab lewat sms, setahun saja dikumpulkan dan dicetak, bisa-bisa sudah menjadi buku yang tebal.
      Mereka sudah menjadi penulis. Dan menulis, berarti sudah membudaya.

      Terima kasih berkenan berkunjung dan berapresiasi, di lapak sederhana peternak kecil puyuh petelur di desa ini.

      Salam hangat dan jabat erat selalu.

  3. terima kasih untuk infonya ^_^

  4. Harga di sana
    Udah berapa gan
    Udah naik apa blom

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s