Tangguhnya Pohon Jati, Melawan Kemarau di Lahan Kritis

Mungkin bukan hanya pohon jati, yang tangguh dihantam kemarau, di lahan kritis dan tandus seperti yang terlihat pada gambar foto di atas. Namun di daerah saya, pohon yang tangguh dan tetap tegar, dengan nilai ekonomis paling tinggi, tetaplah dipegang oleh pohon jati.

Kualitas kayu jati sudah jelas terbukti bagus. Selain itu, sebelum sekitar umur 3-5 tahun, lahan pohon jati masih bisa ditanami palawija maupun ketela pohon. Karena itu, para petani daerah saya, menanam pohon jati di lahan perbukitan, sudah menjadi hal biasa. Investasi jangka panjang yang menyenangkan.

Bahkan banyak juga yang mempunyai lahan perbukitan, hanya khusus untuk menanam pohon jati. Ibaratnya tanpa perawatan intensif pun, sudah bisa menjadi tabungan di masa mendatang ketika membutuhkan. Apalagi jika intensif, dengan pupuk kotoran puyuh, hasilnya dibuktikan oleh para petani, pertumbuhannya lebih bagus. Memang belum ada bukti ilmiah yang meng-komparasi-kan antara pemupukan dengan kotoran puyuh, dibanding dengan kotoran lain.

Mengenai tangguhnya pohon jati, terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan cuaca dan musim. Saya bukan ahli kehutanan, hanya teringat pelajaran waktu sekolah dulu, pada saat kekurangan air, di musim kemarau, pohon jati akan merontokkan daunnya untuk mengurangi penguapan, kejadian itu disebut dengan meranggas. Mempertahankan hidupnya, diterpa panasnya kemarau dan keringnya tanah tempatnya tumbuh dan berkembang.

Karena itu, jika memotong pohon jati, akan tampak garis-garis melingkar. Biasa menjadi ukuran umur. Padahal, garis-garis tersebut menunjukkan garis pertumbuhan pada masa kemarau dan pada masa penghujan yang banyak airnya.

Ketangguhan pohon jati dengan nilai ekonomisnya yang tinggi, bagi petani di daerah saya menjadikannya sebagai andalan. Alternatif yang lain adalah pohon mahoni, akasia, albasia sengon laut, dan sekarang ada yang mencoba pohon jabon. Namun secara tradisi, masih lebih mengutamakan menanam pohon jati.

Beberapa pertimbangan yang sangat mendorong para petani menanam pohon jati di lahannya yang kritis, diantaranya adalah dari daunnya yang aman. Maksudnya aman, tidak dimaui oleh hewan ternak. Bukan apa-apa… Cuma kadang ada juga yang mencuri daun untuk pakan, seperti halnya pada daun mahoni maupun sengon laut. Tentu saja pengambilan pakan tersebut akan mengganggu pertumbuhan pohon. Maklum saja, kadang mengambilnya dengan asal pangkas dan merusak. Nah, jika menanam pohon jati, aman dari hal tersebut.

Kelebihan lain yang disukai petani dalam menanam pohon jati, adalah kemampuan bersemi sehabis ditebang. Tunggak atau bekas tebangan pohon jati, akan tumbuh lagi, bahkan lebih lurus, lebih cepat, dan bagus.

Begitulah cerita di desa saya, mengenai ketangguhan pohon jati.
Mari lestarikan hutan, untuk perlindungan alam dan kekayaan nusantara.
– – – – – – – – – – – –
– – – – – – – – – – – –

Related post: Menanam Pohon Jati, Sudah Tradisi.

Iklan

5 responses to “Tangguhnya Pohon Jati, Melawan Kemarau di Lahan Kritis

  1. mkch infonya agan.. salam kenal dan salam sukses..

  2. juga lagi niat ak nyemai bibit jati doa in ya

  3. Ping-balik: Hijaunya Hutan Jati di Musim Penghujan | [PUYUH JAYA]

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s