Ini Orang Diremehkan tapi Malah Mendapat Keberuntungan [Lumayan…!!!]

Siapa yang mau diremehkan? Jarang. Ya, jarang sekali orang mau diremehkan. Biasanya belum-belum sudah menonjolkan dulu apa-apa yang menurutnya dianggap sebagai kelebihan yang lebih dari orang lain. Jika kelewatan, barangkali itu yang kemudian narsis. Kecenderungan menyombongkan sesuatu pada diri, adalah bentuk serangan sebagai pertahanan yang paling kuat.
Namun lain dengan cerita / kisah yang sudah saya publish juga di media lain ini. Artikel yang berisi bagaimana seseorang diremehkan, namun malah mendapatkan keberuntungan. Lumayaaaan….

Ada dua opsi tentang “yang diremehkan”.
Pertama, karena memang remeh alias tidak berharga. Walaupun kriteria antara berharga dan tidak berharga, menurut saya bersifat relatif. Seperti halnya penting dan tidak penting, juga relatif. Karena dunia ini luas. Pemikiran juga luas dan bermacam-macam. Masing-masing sudut pandang wajar jika berbeda-beda dalam anggapan.
Kedua, aslinya tidak remeh, tapi diremehkan.
Seperti cerita berikut ini.

Kisah bagaimana seseorang yang diremehkan, malahan mendapat berkah. Lumayaaan….. 🙂

Sebenarnya cerita ini cerita lama. Karena itu saya tidak searching dulu. Kawatir sudah ada, nanti tidak jadi di-posting. Dianggap repost, tidak apa-apa.

Cerita ini sudah jaman baheula. Entah ukuran baheula itu taun berapa, nggak jelas buat saya.
Ini tentang kisah petani tembakau di daerah Temanggung, Jawa Tengah.
Pada suatu hari setelah panen, petani tersebut mau membeli sepeda motor untuk anaknya. Kemudian beliau mendatangi sebuah dealer sepeda motor di kota.

Penampilan petani yang biasa di bawah terik terbakar matahari, ya secara umum begitulah. Bisa dibayangkan. (Karena saya juga petani peternak, jadi bisa membayangkan)

Apalagi saat mendatangi dealer, Pak Petani cuma memakai celana hitam gombrong 3/4-an yang biasa dipakai kerja. Ditambah dengan memakai sarung yang digulung besar di bagian depan. Lengkap sudah untuk diremehkan. Oh iya, karena perawinya tidak jelas, standar harga sepeda motornya juga tidak jelas. Anggap saja harganya 10 juta.

Sesampai di dealer sepeda motor, petani tersebut bertemu dengan entah sales, supervisor, atau anggap saja pemilik. Terjadilah dialog yang kira-kira sebagai berikut:

Petani: “Pak, kulo ajeng mundhut montor.” (Pak, saya mau beli sepeda motor)

Pemilik Dealer: “Walah Pak, yen mung sampeyan sing arep tuku, telung yuto tak wenehke.” (Walah, Pak, jika hanya anda yang mau beli, tiga juta saya berikan). Dengan nada meremehkan.

Kebetulan di dealer sepeda motor tersebut sedang banyak orang. Sehingga banyak juga yang menjadi saksi.

Petani: “O nggih kulo purun telung yuto.” (oya, saya mau harga tiga juga)

Petani itu kemudian membuka gulungan sarungnya. Ternyata penuh dengan uang, bahkan lebih dari 10 juta.

Cerita ini konon demikian melegenda. Hingga akhirnya Bapak Petani itu bisa membawa pulang sepeda motor cukup dengan 3 juta, padahal harga sebenarnya adalah 10 juta. Lumayaaaaan . . . !!

Ada yang ingin diremehkan seperti itu?

Iklan

3 responses to “Ini Orang Diremehkan tapi Malah Mendapat Keberuntungan [Lumayan…!!!]

  1. mat malam mas! sebelumnya salam kenal,saya peternak puyuh pemula, boleh gak / klo tanya banyak mengenai ternak puyuh? trim,s

  2. saya cari artkel terkait dg burung puyuh, lha kok malah ada cerita yg dah kuno buanget.

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s