Ini dia… Fungsi SARUNG yang Sebenarnya :)

Anda tau sarung?
Tentu, diantara kita hampir sebagian besar telah mengenal apa itu sarung. Bukan sarung bantal atau sarung hape, tapi sarung yang kita pakai sebagai bagian dari pakaian. Khususnya di banyak wilayah Indonesia, sarung sudah akrab dalam keseharian.

Fungsi sarung ada yang menggunakan sebagai bagian dari pakaian adat. Namun bagi umat islam, sarung juga menjadi pakaian saat beribadah.

Ternyata fungsi-fungsi tersebut bukanlah yang utama. Lebih banyak kegunaan sarung untuk hal-hal lain yang juga penting.
Apa saja? Berikut ini diantaranya kenapa kita suka pakai sarung:

1. Sarung bersifat praktis.

Dibandingkan dengan jenis pakaian lain yang menjadi penutup bagian bawah, sarung lah yang paling mudah bongkar pasang. Praktis. Mudah dicopot dan mudah dikenakan. Coba kalau celana panjang dengan ruitsliting, bagaimana susahnya? Lebih praktis sarung kan? Tanpa ritsliting.

2. Cepat jika mau dirubah menjadi tas.

Apalagi kalo sedang kenduri atau slametan, mau bawa pulang makanan berapapun jumlahnya, dengan sarung menjadi tidak masalah. Lihat juga kalau ada pindahan rumah atau mengangkut pakaian kotor ke jasa laundry. Tinggal diikat salah satu ujungnya, sarung menjadi tas yang berukuran jumbo.

3. Bisa menjadi senjata yang berbahaya.

Tidak mengajarkan berkelahi. Namun pada saat harus membela diri, sarung cukup diisi dengan batu, diputar-putar, gebukkan ke lawan, lumayan menyakitkan.


4. Pengganti handuk
.

Jika mandi di sungai atau telaga, tapi kelupaan membawa handuk. Atau mandinya mendadak tidak terencana tapi memakai sarung. Langsung nyebur saja asal sarungnya tidak dipakai nyebur. Sarung pun bisa jadi handuk.

5. Simbol identitas.

Jika tidak ada sarung, apakah para santri disebut kaum sarungan?

6. Pengganti selimut.

Tidak ada selimut, sarung pun jadi. Tidak hanya selimut biar hangat, tapi juga pelindung dari serangan nyamuk. Yang terakhir ini ada kelemahannya, menutup atas, bawahnya yang diserbu nyamuk, dan sebaliknya.

7. Pengganti pakaian ala ninja.

Pakaian ninja seperti di film-film dengan wajah setengah tertutup, tentu sulit didapat. Upama dapat, harganya mahal. Akan tetapi dengan sarung, bisa berpakaian seperti ninja.

8. Sesarung berdua.

Khusus di desa saja. Mau nonton wayang, ketoprak, atau misbar. Bisa sesarung berdua. Tentunya dengan adik, atau kakak, atau paman, mungkin juga sama simbah.

9. Untuk atribut mainan waktu kecil.

Masih ingat waktu kecil? Bermain ala Superman, atau Batman? Ujung sarung diikat di leher, melambai-lambai di belakang, rasanya bisa terbang.

Ada fungsi yang lain lagi?

Iklan

4 responses to “Ini dia… Fungsi SARUNG yang Sebenarnya :)

  1. Hahaha.. saya dulu suka ikat sarung di kelapa dan main maling-malingan, xixixi

    Kalo di rumah sarung dipake buat pengganti daster, enak sih lega, hehe..

    Blognya masih baru ya? Salam kenal yaaa 🙂

  2. Hee…hee… Ngomongin sarung, saya selalu merasa kikuk jika jalan-jalan pakai sarung, kecuali kalau mau ke masjid 😀

    • Masing-masing ternyata punya cerita sendiri-sendiri tentang sarung.

      Jika tidak biasa menjadi pakaian sehari-hari, memang kikuk. 🙂

      Terima kasih kunjungan dan perkenan komentarnya, Bung Fikri.

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s