Ini Korban Iklan Toyota Kijang yang MENYESATKAN

Salah satu tujuan iklan adalah agar mudah diingat dan selalu diingat. Bagaimana tim kreatif periklanan meramu dengan jerih payah hingga menjadi sebuah iklan yang diharapkan populer di masyarakat. Slogan atau apapun disematkan atas suatu produk, agar masyarakat yang notabene calon konsumen mengingatnya. Barangkali begitu, saya kurang paham periklanan atau advertising.
Tak terkecuali dengan iklan mobil Toyota Kijang. Iklan dibuat dengan inspirasi dan kreasi wujud jerih payah, ternyata MENYESATKAN konsumen / pemakai.
Seperti kisah di bawah ini.

Sebut saja namanya Jojotejo.
Sejak mulai awal kursus menyetir mobil, belum pernah sekalipun Jojotejo mengendarai mobil Toyota Kijang. Bahkan kalau apel ke rumah kekasihnya, Jojotejo memakai Suzuki, tentunya jika di rumah sedang tidak ada sepeda motor.

Setelah lama menjalin hubungan cinta dengan sang kekasih, akhirnya mereka melangsungkan pernikahan. Jadilah Jojotejo mempunyai isteri, kekasih dambaan hati.

Minggu-minggu awal semenjak malam pertama, Jojotejo tinggal dulu di rumah mertua. Hari-hari dijalani dengan bahagia. Dan mertuanya senang karena Jojotejo bisa nyopir. Jadilah Jojotejo sopir keluarga mertua.
Apa mobil mertua Jojotejo, tak lain tak bukan adalah Toyota Kijang. Jenis mobil yang Jojotejo sekalipun belum pernah mengendarai / menyetirnya.

Dalam rangka hari yang berbahagia, mereka sekeluarga termasuk pengantin baru ingin bertamasya di daerah pegunungan yang hawanya segar. Otomatis Jojotejo didaulat menyetir. Dengan pede Jojotejo anggap biasa, karena kegiatan sampingannya memang menerima carteran angkutan. Tapi sekalipun Jojotejo belum pernah menyetir Toyota Kijang, benar-benar baru kali itu merasakannya.

Barulah Jojotejo merasakan, Toyota Kijang memang mantap.

Sejak beberapa kilometer mobil berjalan menyusuri jalan raya, sebenarnya Sang Mertua sudah merasakan keanehan dengan cara Jojotejo menyetir.
Apalagi setelah jalan mulai menanjak. Laju mobil sangatlah tidak nyaman. Tadinya jalan bergerak mulus, tiba-tiba nggereng-nggereng atau menderum-derum kelihatan berat.

Setelah Sang Mertua mengamat-amati, ternyata Jojotejo kalau memindah gigi, selalu dari gigi 1 langsung ke gigi 3. Begitu juga kalau pas nanjak, dari gigi 3 langsung ke gigi 1.

Dengan penasaran, Sang Mertua bertanya pada Jojotejo setengah menegur: “Kenapa Nak Tejo, gigi tiga kok langsung ke gigi satu??

Setelah menghilangkan kegugupannya, Jojotejo menjawab dengan mantap: “Oh, iya memang begitu, Pak. Menurut iklan, Kijang kan tiada duanya..!!

Sambil geleng-geleng dengan agak gimana gitu, Sang Mertua bilang: “iya, iya benar. Toyota Kijang memang tiada duanya.

[Cerita humor ini saya tulis juga di kompasiana, tapi beda format. Hanya humor usang, saya tulis ulang. Semoga menghibur.]

Iklan

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s