Bagaimana Cara Menjadi Penulis Cerdas?

Penulis cerdas. Hehe, kenapa sampai hari ini masih juga terpikirkan dengan apa itu “penulis cerdas”. Menjadi teka-teki, setelah membaca sebuah postingan di Kompasiana yang berjudul inilah 35 penulis paling cerdas.

Jelasnya, yang cerdas ya penulis postingan tersebut. Hehehe…

Dari berbagai pemahaman, arti cerdas berarti cepat menangkap pelajaran. Mungkin bisa disinonimkan dengan pandai dan pintar. Hanya saja citarasanya seperti lain memang antara cerdas, pintar, pandai, dan cerdik. Kata terakhir membikin teringat dengan dongeng si kancil ya . . .

Dalam judul postingan tersebut, memang ada kata “penulis cerdas”, namun pada isi artikelnya menyebutkan sebagai guru. Guru yang telah memberi pelajaran. Langsung atau tidak langsung, barangkali itu yang dimaksud. Sebagai bahan atau obyek pembelajaran.

Dari berbagai komentar yang saya ikuti, sayangnya tidak bisa memberi link-nya ke sini, dapat diambil kesimpulan sementara tentang penulis cerdas yang beliau maksud.

1. Penulis cerdas adalah penulis yang memahami pembaca / calon pembaca.

Memahami pembaca, kata-kata yang dalam dan sulit dicerna. Barangkali berkaitan dengan tujuan menulis. Salah satunya adalah ingin dibaca. Kalau menulis tidak ingin dibaca orang lain, ya menulis saja di MS Word, terus disimpan di file.

Dengan tujuan tersebut, penulis cerdas berarti penulis yang bisa memahami pembaca. Bagaimana menuangkan pemikiran dan atau perasaan dengan memahami pembaca agar pembaca bisa memahami apa yang kita tulis. Barangkali mencakup juga apa yang dimaui pembaca: informasi, hiburan, atau mungkin tulisan yang bersifat permainan.

2. Penulis cerdas adalah penulis yang masih belajar.

Barangkali ukuran penulis cerdas adalah penulis yang telah menyusun buku-buku best seller, penulis yang tulisannya telah menghiasi banyak media-media cetak (wartawan juga ya?), atau penulis blogger dengan blog yang sedemikian populer. Bisa jadi iya.
Namun itu semua adalah hasil dari kepenulisan. Jika telah mencapai semua itu kemudian merasa cerdas, lantas berhenti belajar menulis, berarti dianggap belum cerdas.

Penulis yang sudah menyusun buku, tulisannya banyak dimuat di media massa, punya blog yang ngetop, jika berhenti belajar dan puas dengan kemampuannya yang ada, berarti belum cerdas.

3. Silahkan jika ada yang berkunjung dan berkenan berbagi di sini. Untuk nomor 3 dan seterusnya, saya sediakan untuk yang berkenan berkomentar menambah khasanah tentang penulis cerdas.
Sedangkan yang nomer 1 dan 2 di atas, dimohon bukan dianggap sebagai parameter pasti. Hanya saya simpulkan dari tanggapan-tanggapan komentar beliau dalam 35 penulis paling cerdas.

Saya sendiri ingin sekali menjadi penulis cerdas seperti kriteria tersebut di atas. Namun sampai sekarang masih belum bisa. Pengalaman saya menulis ya hanya menjadi penulis di blog pribadi milik sendiri. Diniatkan untuk berbagi, dari sedikit yang saya pahami, saya alami, dan saya mengerti.

Semoga bermanfaat dan migunani.

Iklan

9 responses to “Bagaimana Cara Menjadi Penulis Cerdas?

  1. Ping-balik: Menggugat “35 Penulis Paling Cerdas” « Ariefmas's Weblog

  2. terima kasih telah share posting artikel ini

  3. tips untuk menjadi penulis cerdas memerlukan fokus dan kajian yang tajam dan berkesan jika anda ingin mempelajari dalam bidang ini kerana di dalam arena masa kini berbagai dan penulisan yang mahir akan anda temui dari dalam atau luar negeri kecekapan menulis bukan sekadar ringkasan yang hendak di perkatakan akan tetapi haruslah memahami subject yang hendak di sampaikan apatah lagi jika pelangan anda membacanya.perlu di ingat juga kebagusan menulis buat yang suka membaca karangan anda dan pada yang bukan pula bagaimana?dari ssegi perkataan atau ketegori yang panjang lebar akan membuat kebosanan mereka jika ianya tidak mendapat kepastian yang tepat apa yang mereka cari.penulis harus lah lebih memahami keterangan sebelum kemukakan soalan atau penerangan yang mudah dibaca dan amat menarik sekali bila membacanya.jadi untuk menjadi menulis anda harus tahu siapakah pelangan anda yang suka membaca karangan anda dan dimana anda harus menyebarkan message atau informasi yang mendapat sambutan yang hangat seperti segelintir penulis yang benar-benar tahu akan hal ini kerana ada kalanya sipenulis sudah memarifatkan diri mereka berdepan dengan orang yang berbicara dengan mereka disini anda harus mempelajari dari peringkat ke peringkat atasan dan anda akan dapati keseronokkan menjadi penulis buku atau website dengan amat mudah sekali tanpa rasa bosan dan memeningkan kepala kerana segala informasi atau keterangan anda dengan mudah anda dapat menjawab atau anda sendiri yang memberi jawapan yang tepat dan sepintas dengan penulisan yang bermutu dengan pemikiran yang jauh dan tajam.

    • Terima kasih kunjungan dan apresiasinya.

      Biarpun sepercik, saya ingin juga belajar menulis seperti halnya segelintir penulis yang sudah bisa memahami apa yang dimaui pembaca.
      Menulis dan terus belajar menulis, berbagi cerita apa saja, menjadi lahan juga untuk diniati belajar. Sehingga apakah mampu suatu saat, bisa menulis seperti apa yang diinginkan pembaca.
      Namun kadang terhambat, pada kategori. Ingin yang praktis dan banyak dicari. Menjadi kesenangan tersendiri dalam menulis. Biarpun tetap untuk tidak menyerah dan putus asa, manakala tulisan kita tidak ada yang menyambut dan membaca.

      Semoga diberi kekuatan dan kesempatan, untuk terus belajar dan berlatih menulis.

      Salam.

  4. aris agung wibono

    aku juga inin menjadi penulis blog:) hehe kecil2 aku sudah lumayan loh:’)

  5. Ping-balik: Mengapa saya Lebih Suka Menggunakan Bahasa Baku dalam Menulis Artikel di Blog | [PUYUH JAYA]

  6. Ping-balik: Penggunaan Bahasa Blog « edoskyline

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s