Tag Archives: puyuh

Puyuh Umur 50 Hari Kok Belum Bertelur. Bagaimana ini?

Mencoba mengenang kembali bagaimana pada awal beternak puyuh, kali pertama telur puyuh muncul, rasanya senang sekali. Setelah itu kemudian telur puyuhnya muncul dan muncul terus. Rasa senangnya juga terus menerus. Dan bersyukur.

Seperti yang biasa saya alami. Biasanya paling lambat pada umuran 45 hari si puyuh sudah mulai bertelur. Namun, ternyata ada juga yang mengalami, sampai puyuh umur 50 hari kok belum bertelur sama sekali. Bagaimana ini? Baca lebih lanjut

Penjelasan tentang Pentingnya Penerangan dalam Beternak Burung Puyuh Petelur

Satu hal yang selama ini seolah menjadi salah satu hal pokok dalam beternak burung puyuh petelur. Yaitu penerangan. Bisa bersumber dari cahaya lampu listrik. Seperti dahulu bagaimana peternak senior termasuk ‘meributkan’ hal ini pada waktu awal pembangunan rumah induk.

Di postingan terdahulu, ada yang telah berkenan menuliskan komentar dengan penjelasan ilmiah tentang pentingnya penerangan dalam beternak burung puyuh petelur. Demikian penjelasannya: Baca lebih lanjut

Benarkah Pakan Puyuh COMFEED Bikin Ukuran Telur jadi BeSAr KeCiL tidak Merata??

Puyuh sebagai salah satu hewan unggas ternakan, terhitung bertubuh kecil, bisa terbang, tapi hanya seperti meloncat. Biarpun begitu, sebagai makhluk hidup yang bahkan diambil hasilnya berupa telur (puyuh petelur), burung puyuh ini membutuhkan pakan. Coba kalau si puyuh ini tidak diberi pakan, berhari-hari, berminggu-minggu… Jangankan bertelur, bernyawapun sepertinya sudah tidak lagi.

Pada postingan ini, terutama masalah pakan puyuh, khususnya sekedar rasan-rasan tentang salah satu merk pakan puyuh, yaitu COMFEED. Saya ingin bercerita. Baca lebih lanjut

Kreatifitas Pemasaran Telur Puyuh [Pengalaman Mas Sholehuddin, Jember, Jatim]

Keterpaksaan jika dikelola dengan baik, bisa memunculkan kreatifitas untuk memecahkan masalah. Kadang hal-hal yang tidak terpikir, malah muncul dalam keadaan terdesak. Apakah jika begitu lantas harus membikin keadaan menjadi terdesak???
Tentu saja tidak. Kreatifitas bisa muncul kapan saja, dalam kondisi apa saja.

Seperti halnya pengalaman Mas Sholehuddin [Lanang Quail Farm, Jember, Jatim] dalam kreatifitas pemasaran telur puyuh, menjadi trik alternatif yang layak juga menjadi wacana. Baca lebih lanjut

Ketika Harga Telur Puyuh Dihadapkan Harga Pakan Puyuh

Tentu tidak akan membandingkan antara harga telur puyuh dengan harga pakan puyuh. Yang satu dalam butiran harganya ratusan perak rupiah, satunya lagi harga per-sak-nya ratusan ribu rupiah.

Namun lain apabila telurnya berbutir-butir, menjadi layak dilawankan antara harga telur puyuh dengan harga pakan puyuh. Bahkan ini menjadi hal yang pokok dalam beternak burung puyuh petelur. Kunci untuk bisa membeli pakan, ada pada harga telur. Baca lebih lanjut

Curhat saya untuk yang Berkomentar di Blog Puyuh Jaya

Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sebenarnya saya mau curhat saja. Terkait dengan komentar-komentar yang dituliskan di blog puyuh jaya ini.

Intinya adalah saya senang ada yang berkenan menyempatkan menulis komentar. Baik yang mencari informasi, berbagi informasi, menyapa, maupun apa saja. Akan tetapi disamping itu, ada hal yang mengganjal dan perlu juga rasanya saya sampaikan. Baca lebih lanjut

Resep Ramuan Tradisional untuk Pengobatan atau Pencegahan Penyakit pada Puyuh

Resep ramuan tradisional untuk pengobatan atau pencegahan penyakit pada puyuh

Terus terang saja, pengalaman saya pribadi mengenai penyakit pada puyuh dan penanganannya, terhitung sangat minim. Bahkan hampir tidak punya.
Pengalaman lho ya…. Pengalaman itu menurut saya berarti pernah mengalami. Baik itu puyuh milik sendiri, maupun milik peternak lain. Sekali lagi: minim. Sepertinya malah belum pernah, terutama yang wabah atau massal. Dan jangan pernah, pinginnya begitu.
Seperti postingan perdana dulu mengenai puyuh, intinya adalah Berbagi Cerita Pengalaman Beternak Burung Puyuh itu yang menjadi batasan saya dalam menulis tentang puyuh. Mendasari saya selanjutnya dalam menulis di blog, sampai sekarang. Baca lebih lanjut