Category Archives: Cara Beternak Puyuh Petelur

Pakan Stater tidak Perlu Dihemat Ketika Masa Pembesaran DOQ Bibit Puyuh Petelur

Pernah saya menemui teman peternak yang demikian membatasi jatah pakan pada saat pembesaran DOQ bibit puyuh petelur. Mungkin dimaksudkan untuk penghematan agar tidak terlalu banyak menghabiskan pakan stater sampai saatnya nanti naik kandang.
Dengan berbagai pertimbangan, menurut saya, hal tersebut merupakan perlakuan yang tidak perlu. Bahkan bisa-bisa malah merugikan. Kenapa? [..Artikel Selengkapnya]

Memperlambat Awal Puyuh Bertelur Lebih Baik? Lho?

Teknik beternak burung puyuh petelur yang spektakuler, aneh, mungkin juga nyleneh, atau malah kontroversial, tidak seperti umumnya. Begitu selintasan saya berpikir manakala para pakar dan master budidaya puyuh berbagi pengalaman beliau-beliau mengenai teknik memperlambat masa awal bertelur ini. Aneh ya? Biasanya ingin “lebih cepat lebih baik” dalam bertelur, teknik ini malah sebaliknya: lebih lambat lebih baik, sampai batas waktu tertentu untuk si puyuh mengawali produksinya. [..Artikel selengkapnya]

Puyuh Muda tidak boleh Diberi Pakan Petelur / Layer, Kenapa???

Beberapa kali kejadian yang saya temui, puyuh muda sudah diberi pakan petelur. Bisa dipahami maksud peternak tentu ingin puyuh piaraan secepatnya bertelur dan sesegera mungkin menuai keuntungan.
Berulangkali dijelaskan juga oleh petugas kemitraan, untuk pembesaran 1000 populasi DOQ burung puyuh petelur, idealnya membutuhkan 6 sak pakan stater. Setelah itu baru berganti pakan layer. Walaupun untuk sak yang terakhir atau setengah sak yang terakhir pakan stater dicampur dengan pakan layer. Bagaimana penjelasannya? [...Artikel Selengkapnya]

Menyimak Peraturan Menteri Pertanian No. 54/Permentan/2010 tentang Pedoman Pembibitan Burung Puyuh yang Baik

Sebenarnya ada sedikit takut juga saya mau share peraturan Menteri Pertanian mengenai pedoman pembibitan burung puyuh yang baik ini. Takutnya lebih pada jika menyentuh pelanggaran hak cipta. Sebab terbaca dalam file pdf yang saya download ada peringatannya. Berarti perlindungan terhadap buku pedoman yang diterbitkan, sebagai berikut:

Hak cipta © 2011, Direktorat Perbibitan Ternak Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jl. RM Harsono No 3 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp. +62.21.7815781 Fax. +62.21.7811385 Isi buku dapat disitasi dengan menyebutkan sumbernya Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Tapi di bawahnya ada kalimat bahwa isi buku dapat disitasi dengan menyebutkan sumbernya.

Baiklah, toh tidak ada kepentingan komersil. Selain itu juga sudah ada di lembaran negara yang berarti sepemahaman saya harusnya disebarkan untuk umum rakyat Indonesia.

Berikut ini Permentan no.54/2010 mengenai Pedoman Pembibitan Burung Puyuh yang Baik: Baca lebih lanjut

Panduan Beternak Puyuh [Mulainya Bagaimana?]

“Mulai beternaknya bagaimana?”
Pertanyaan seperti itu biasa diajukan peminat usaha beternak burung puyuh. Yang mana pertanyaan tersebut biasanya juga merupakan lanjutan setelah pertanyaan “Berapa keuntungan usaha beternak burung puyuh?”

Tidak mengapa bertanya-tanya seperti tersebut di atas. Para peternak yang mengalami pahit getir dan manisnya usaha ini, akan berkata: “ada jawabannya.” Baca lebih lanjut

Panduan Beternak Puyuh [Cara Memaksimalkan Produktivitas]

Cara memaksimalkan produksi puyuh dalam bertelur, sebenarnya kalau dirunut dari berbagai artikel yang sudah-sudah, baik di blog baru ini, maupun di blog lama, sudah seringkali dibahas detil-detilnya. Hanya mungkin judulnya saja yang berbeda. Jadi malah seperti muter-muter. Walaupun tidak juga, karena masing-masing punya topik tersendiri.

Perlu lagi mungkin untuk dipertegas pada postingan kali ini, tentang cara memaksimalkan produktivitas puyuh dalam bertelur. Baca lebih lanjut

Cara Meningkatkan Kualitas Bobot Telur Puyuh

Apabila ada yang bertanya, kenapa bobot telur puyuh piaraan saya dalam 1 ikat (900 butir) selalu di atas 10 kg, bahkan mencapai 10,70 kg? Bagaimana caranya?
Tentu saya akan menjawab: tidak tau pasti. Bukan berarti merahasiakan informasi. Jika saya tau pasti, jelas saya akan berbagi.

Karena itu, sebenarnya agak ragu mau memposting tentang meningkatkan kualitas bobot telur puyuh. Sampai sekarangpun rasanya masih belum pasti, apa yang paling menentukan hal tersebut. Walaupun seperti yang sudah-sudah, asalkan umur puyuh di atas 3 bulan, paling lambat 4 bulan, bobot telur sudah bagus. Antara lain ditandai, dalam 900 butir, bobotnya selalu di atas 10 kg. Sampai puyuh bahkan mencapai usia satu tahun, bobot telurnya masih stabil berat.
Baca lebih lanjut

Beternak Puyuh : Sebaiknya Mulai dari Bibit Umur 1 Hari atau yang Siap Telur ?

Kepinginnya sih posting posting dan terus posting. Tentu untuk mengisi blog ini berbagai cerita mengenai puyuh dari A sampai Z, dari cerita global sampai yang mendetil. Tapi waktu dan kesempatan juga lah yang beberapa waktu akhir ini lumayan membatasi. Padahal sebenarnya banyak dan sangat banyak sekali yang ngendon di pikiran ingin secepatnya ditulis. Tidak mengapa lah, saktekane wae . .

Pada postingan kali ini ingin saya membahas mengenai memulai beternak puyuh, sebaiknya dari sejak DOQ bibit puyuh umur 1 hari atau yang sudah siap bertelur ? Sebenarnya ada satu lagi, yaitu yang sudah siap naik kandang (umur sekitar 25 – hari ). Tapi ditekankan pada yang dua itu saja.

Agar lebih memperjelas pembahasan, di sini terbagi atas KEKURANGAN dan KELEBIHAN dari keduanya. Baca lebih lanjut

Begini Rangkaian Global Budidaya Burung Puyuh Petelur dari Awal sampai Akhir

Kegiatan apa saja terutama yang berkaitan dengan usaha tentu membutuhkan planning atau perencanaan. Bagaimana perencanaan suatu kegiatan akan kita buat jika tidak ada gambaran? nah dalam postingan ini sedikit banyak akan memberi gambaran rangkaian total atau tahap-tahap penting dalam beternak budidaya burung puyuh dari A sampai Z, dari awal sampai akhir (akhir yang berarti start untuk mengawali lagi).

Tahap Pertama : KETERTARIKAN.
Tahap ketertarikan atau bahasa jawanya interest ini bisa muncul dari berbagai inspirasi dan keadaan. Mulai dari yang kondisi nol alias tidak punya penghasilan (sebut saja pengangguran) sampai yang yang ingin investasi menanamkan modal. Lirik usaha sana lirik usaha sini, akhirnya perhatian tertuju pada budidaya ternak puyuh.
Baca lebih lanjut