Mengenai Persilangan Puyuh: Warna Bulu, Jantan, Betina, dan Perkawinan Sedarah [dari Bp. Puyuh Jepang]

Mengenai persilangan puyuh, warna bulu, puyuh jantan dan betina, perkawinan sedarah, serta rasio kemungkinan mengenai hal tersebut bisa disimak dari kolom komentar Bp. Puyuh Jepang yang saya unggah menjadi artikel di sini. Silahkan…

Permisi PUYUH JAYA ada tambahan sedikit
Persilangan pertama sdh benar menghasilkan keturunan yang autocolor sexing (artinya keturunan yang otomatis dibedakan jantan dan betina dari warna bulunya). dikatakan perkawinan sedarah apabila tetua awalnya dan seterusnya dalam satu keturunan atau satu koloni yang sama. Saran salah satu koloni jantan atau betina ambil dari dari daerah lain.
perkawinan yang kedua tidak didapat menghasilkan keturunan yang tidak autocolor sexing sebab……?

Jantan hitam genotype ZHZH (diploid) atau bisa juga ZHZh (diploid) menghasilkan gamet ZH (haploid) dan gamet Zh (haploid) perhatikan hurup H = membawa warna hitam atau h = membawa warna mutasi cokelat. sekarang Betina cokelat genotypenya ZhW (diploid) maka menghasilkan gamet yang haploid Zh dan gamet W jika kita silangkan jantan hitam (ZHZh) dengan Betina cokelat (ZhW). Menghasikan keturunan sebagai berikut (kita lihat masing-masing gametnya: ZH, Zh, dari jantan dan Zh,W dari betina) maka apabila terjadi perkawinan jantan dg betina masing-masing gamet berpeluang sama saling bertemu (Hukum Mendel I dan II).

1. Jika gamet ZH dari jantan bertemu dengan gamet Zh dari betina menghasilkan individu puyuh ZHZh adalah jantan berbulu Hitam.

2. Jika ganet ZH dari jantan bertemu dengan gamet W dari betina menghasilkanindividu puyuh ZHW adalah betina berbulu Hitam

3. Jika gamet Zh dari jantan bertemu dengan gamet Zh dari betina menghasilkan individu puyuh ZhZh adalah jantan berbulu cokelat
4. Jika gamet Zh dari jantan bertemu dengan gamet W dari betian menghasilkan individu puyuh ZhW adalah betina berbulu cokelat.

Maka ketika kita jumlahkan semua keturunan anak puyuh tadi adalah kita anggap 100% terus ada 4 macam kemungkinan, maka dikatakan ada 25% jantan hitam, ada 25% betina hitam, ada 25% jantan cokelat dan ada 25% betina cokelat. Demikian hasil dari perkawinan kedua (jantan hitam dengan betina cokelat)

Catatan : peluang timbul kelamin jantan atau betina adalah 1:1 atau 50% dan 50%.

Yang berperan dalam hal ini adalah individu betina ZW karena kromosom seksnya yang heterogametic. Sedang warna bulu dibawa oleh gen atau pasangan gen (alel) H atau h terpaut pada pada kromosom seks dalam hal ini pada kromosm Z-nya

Demikian pak komari sekiranya cukup jelas

Terima kasih puyuh jaya semoga tetap jaya..

===#

Dari rangkaian komentar berikut ini:

Bp. Komari.
Seandainya membuat bibit dengan cara demikian gimana?

warna jantan coklat dg betina coklat kita ambil jantan coklat
warna jantan hitam dg betina hitam kita ambil betina hitam
Kemudian hasil persilangan diatas:
Jantan coklat dg betina hitam
Apakah ini bisa ditentukan/dipastikan warna coklat betina dan hitam jantan ? dan ini apa termasuk persilangan bukan sedarah?

Dan sebaliknya bagaimana yaitu:
warna jantan coklat dg betina coklat kita ambil betina coklat
warna jantan hitam dg betina hitam kita ambil jantan hitam

Kemudian hasil persilangan diatas:
betina coklat dg jantan hitam
Apakah ini bisa ditentukan/dipastikan warna hitam betina dan coklat jantan ? dan ini apa termasuk persilangan bukan sedarah?

Tolong pembaca yg berpengalaman atau para pembibit puyuh membantu menjawabnya!

Trim, semoga ada manfaatnya
Salam puyuhjaya, yang tidak pernah lelah dan bolan melayani saya, semoga Alloh memberi pahala yg berlimpah

Mas Sholehuddin.
lebih ditekankan lagi adalah sedarah tadi pak komari.
yang dikatakan sedarah, adalah satu keturunan, satu alur keluarga.

nah, masalah warna itu lebih menekankan ke anakannya tadi agr bisa ditentukan jenis kelaminnya diwaktu menetas. ini menguntungkan untuk penjual pembibit agar bisa menjual bibit di waktu menetas, karena kebanyakn pembeli lebih banyak memilih membeli DOQ 0 hari agar modal ringan dan bisa menentukan sendiri taraf pemeliharaan di waktu starter.

jika pak komari lebih ingin menghasilkan puyuh petelur dan pedaging, rumusan warna sepertinya tidak penting lagi, hanya saja persilangannya tetap tidak sedarah.

mau indukan warna apa saja (asal bukan albino/putih) dan dikawinkan jika tidak sedarah dan indukan tadi memiliki kualitas bagus maaka anakannya akan bagus.

dulu sebelum saya tahu mengenai rumusan warna, saya juga menyilangkan warna apa saja (bisa hitam x hitam, coklat x coklat, hitam x coklat, yg penting jgn albino). asal tidak sedarah. karena tujuan saya dulu menghasilkan puyuh petelur untuk peternakan saya sendiri, biasanya pada umur 21 hari baru puyuh bisa di sexing dan dipisahkan jantan dan betina, sedangkan puyuh jantan saya jual sebagai puyuh pedaging karena langganan puyuh pedaging juga rame di daerah saya.

Namun stelah berganti ke penjual pembibitan rumusan warna sangat harus dilakukan. masalah rumusan warna mungkin sudah cukup jelas di jelaskan oleh pak puyuh jepang di komentar2 beliau sebelumnya.

http://puyuhjaya.wordpress.com/disini-bibit-puyuh/#comment-872

====#

Sumber tulisan, dari komentar di http://puyuhjaya.wordpress.com/bibit-puyuh/comment-page-1/#comment-1868

About these ads

5 responses to “Mengenai Persilangan Puyuh: Warna Bulu, Jantan, Betina, dan Perkawinan Sedarah [dari Bp. Puyuh Jepang]

  1. timbul pertanyaan, puyuh albino tu genotip nya gmn ya?

  2. pak saya minta bantuan, gmn ya mengendalikan tikus yg besar-besar?

    • untuk tkus yang tidak ada hbis2nya saran sya, sbaiknya wdah pakan, wadah air minumnya, dn celah2 d kandng pyuh dikawatin, slain itu celah untuk mengmbil trplek ktoran jg ditu2p dengan kayu, tp jangn dtu2p permanen, atau lebih baiknya lagi, kandng puyuh di tempatkan dalam sebuah rmh bertembok yg atapnya dpasang triplek sehingga rapet, tdak ad celah bgi tkus. itu mnrut pnglaman sya slama 4 thun kena tkus.

  3. selamat pagi para sepuh,
    pagi ini rada ga bisa tidur, alhasil iseng-iseng mondar-mandir googling nyari gambar puyuh, sekalian baca-baca artikel tentang breeding puyuh. yg membuat saya agak 7 keliling banyak banget cara tentang menyilangkan warna puyuh agar mendapat hasil seperti yg kita kehendaki. akirnya tak coba tanya sama mbah google lagi jenis-jenis warna si PUYUH. ternyata emang ada beberapa jenis warna puyuh, diantaranya Coklat, Hitam, dan Putih (albino). yg jadi masalah buat saya adalah apa bener ada PUYUH warna Hitam???!!! dah keluar masuk mbah google puluhan kali saya masih belom juga nemuin Puyuh yg warnanya Hitam.

    sekarang saya mohon bantuan para sesepuh nih,
    kiranya para sesepuh sudi memberi pencerahan mengenai warna puyuh yg sampe detik ini saya masih rada ga paham…
    kalo perlu tolong di upload foto’a sekalian,

    terima kasih sebelumnya untuk para sesepuh yg berkenan memberikan pencerahan,

  4. skedar sharing ilmu sja. kalo warna puyuh htam legam dari jnis japonica lm pnah nemu, pasti ad lurik2 dan bgian bawahnya putih ato agak kcklatan, dn pastinya ad strip putih d kepalanya gt.
    Tp kalo puyuh cklat yg bner2 murni cklat, ga ad strip putih d kepala, dn bkan kwinn silang, tu sya pernah nemu skali, itupun pas pertma kali sya bli puyuh dr pternakan lain.

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s