Ternak Lele dan Pemasaran: Sebuah Inspirasi

All roads lead to Rome

Banyak jalan menuju Roma. Ditemukan dengan berusaha. Prinsip demikian juga yang mungkin diterapkan oleh tetangga saya. Ketika waktu itu menjalankan usaha ternak lele sekitar 2000 ekor. Memasuki masa panen, lele sudah besar-besar, kebingungan mencari siapa yang mau beli. Maklumlah, daerah kami bukan sentra ternak ikan darat yang pedagang ikan bahkan berkeliling di desa-desa.

Ditawarkan ke sana kemari di sekitar sini, tetap tidak ada yang mau beli. Kemudian mendapat informasi ada pedagang ikan di kota, berjarak sekitar 25 km. Pedagang itu mau beli ikan lele milik tetangga, tapi barang harus diantar, karena jarak yang terlalu jauh dan tidak ada yang lainnya. Tetangga saya hampir mau memenuhi permintaan pedagang ikan tadi. Yang penting ikan lele hasil panen bisa laku. Begitu pikirnya.

Tetangga saya itu sebelum memanen dan membawa ikan lele hasil ternak di kolam terpal sebelah rumah, berpikir-pikir dan merenung. Mungkin juga termasuk diskusi dengan sang istri. Diputuskan tidak jadi dijual ke kota. Operasionalnya memang tinggi. Akhirnya tetangga saya beserta istri menemukan ide, bagaimana kalau dijual sendiri ke pasar. Mencoba mau nekat saja, begitu katanya.
Sebelum keputusan dilaksanakan, tetangga melakukan semacam survey lokasi. Mungkin namanya riset pasar ya?

Dari sekitar lima pasar yang didatangi, waktu itu, ternyata belum ada satupun pedagang ikan lele. Wah, tetangga melihat peluang pemasaran yang cukup bagus.

Kelebihan menjual lele adalah tidak perlu menggunakan tong dengan banyak air. Bahkan cukup dimasukkan dalam jirigen relatif airnya sedikit, ketahanan hidup ikan lele menjadi modal juga dalam berjualan.

Bersama istri, tetangga saya membawa ikan lele hasil ternak sendiri ke pasar. Seperti tanpa perjuangan, lupa berapa kilogram yang dibawa kali pertama berjualan, ikan lele langsung ludes. Demikian juga di pasar yang lain, pengalaman perdana berjualan ikan lele, hasil ternak sendiri yang awalnya bikin bingung mau dijual kemana, 2000 ekor pun habis tak bersisa.

Sampai sekarang tetangga saya lebih dikenal sebagai pedagang ikan lele daripada peternak. Malah beberapa kali bingung mau cari dagangan ikan lele kemana, biarpun banyak juga tetangga lain yang beternak, kadang cari dagangan malah ke daerah lain, yang penting bisa menjaga pelanggan di pasar.
Malah beberapa waktu, tetangga saya ini tidak perlu pergi ke pasar. Pembeli yang datang ke rumahnya.

Walaupun sudah mendapat merk sebagai pedagang ikan lele, tetangga saya ini juga tetap beternak, tapi lebih sekedar semacam penampungan sementara, sebelum dibawa ke pasar.

Salam ternak.
[Puyuh Jaya]

About these ads

3 responses to “Ternak Lele dan Pemasaran: Sebuah Inspirasi

  1. Semua orang punya semacam kemampuan super yg tersembunyi, orang2 yg pandai mengeksplorasi dan mempraktekkan kemampuan itu akan jadi org sukses. Fakta yg ada kebanyakan org tidak menyadari adanya kemampuan itu, kemampuan itu bisa muncul sebab dieksplorasi atau sebab emergency case,keterpaksaan atau keterpojokan dengan catatan masih dalam kerangka berfikir obyektif, kalau emergency case keluar dari kerangka berfikir obyektif akan membuat langkah yg fatal begitu kira2, paparan yg mas Arif ugnkapkan diatas orang bisa menilai itu suatu keberuntungan, memang dia beruntung sebab belum ada saingan seperti beruntungnya sebiji benih yg tercampak ditanah subur. Sebenarnya hal2 tersebut bisa dicari dan digali, masih banyak potensi2 (ekonomi) yg bisa dikembangkan tergantung kejelian dan kreatifitas kita.

  2. terimakasih informasinya jika membutuh kan terpal atau jasa pembuatan kolam,tambak dll bisa hubungi kami CV.INDOPLASTIK info lebih lanjut hubungi 088801929763 atau datang ke website kami http://www.indoplastik.com

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s