Cerita Pengalaman Beternak Burung Puyuh [dari Mas Sholehuddin, Jember, Jawa Timur]

Menarik lagi disimak, bagaimana sejarah yang dialami peternak menjalankan usahanya dalam beternak burung puyuh.

Kali ini diceritakan oleh Mas Sholehuddin, Lanang Quail Farm, Jember, Jawa Timur yang bahkan sudah sejak kecil beternak burung puyuh.
Monggo disimak penuturan berikut ini:

===#

ikut bercerita,
awalnya saya tidak ada niatan beternak puyuh, karena pada awalnya saya mengenal puyuh dari semenjak duduk di SD kelas 4, kakak2 sepupu saya waktu itu suka menangkap sepupu puyuh (gemak sawah), pada waktu itu kebetulan ada peternak puyuh di desa sebelah. akhirnya dari pada susah2 menangkap gemak sawah saya beli saja puyuh ke peternak itu.

awalnya saya cuma beli sepasang, seekor jantan dan seekor betina, karena tiap hari bertelor saya terus beli seekor tiap hari sampai puyuh betina saya 10 ekor.

entah ada apa dan alasan apa, ayah saya membelikan saya 300 ekor puyuh betina sekaligus serta sudah dibuatkan kandangnya. akhirnya dari situlah kebiasaanq tiap hari ngurus ternak dimulai.

dari 300 ekor itulah saya memulai, dikatakan peternak atau bukan toh saya tiap hari sudah ngurus 300 ekor puyuh, awalnya sech cuma dijual disekitar rumah, karena waktu itu hanya ada satur peternak puyuh didaerah saya, itupun sekitar 30 km dari rumah saya, otomatis orang rame kerumah saya hanya ingin melihat puyuh, yg notabennya selama ini hanya tau telornya saja, puyuh nya sendiri belum ada yg tahu.

gak tahu kenapa juga kakek saya tiba2 juga ikut2 ngurus ternak puyuh saya dan langsung beli 2450 ekor. nah dari ini lah saya yakinkan bahwa saya sekarang beternak, bukan hanya hobby.

beberapa saat kemudian karena 3 kali terjangkit flu burung, kami memutuskan untuk enetaskan sendiri telur tetas final stok, dan menyilangkannya (sedarah) dan itu bertahan sampai beberapa tahun.

setelah mendengar sedarah itu gak bagus, lantas saya mulai mencari kenalan2 peternak yg sudah maju sampai akhirnya kenal dengan pak Slamet Wuryadi (SQF) dari sinilah pembibitan saya dimulai dan sampai sekarang.

dari sekedar suka, hobby akhirnya menjadi jati diri hehehehe . . .

===#

Silahkan bagi yang berkenan berbagi cerita pengalaman beternak burung puyuh juga, untuk berbagi lewat komentar dan akan saya unggah menjadi artikel. Terima kasih sebelumnya.
[namun apabila tidak berkenan diunggah menjadi artikel postingan, keberatan bisa disampaikan via komentar]

About these ads

9 responses to “Cerita Pengalaman Beternak Burung Puyuh [dari Mas Sholehuddin, Jember, Jawa Timur]

  1. Boleh tahu lebih mendetail mas Sholihuddin..

    Sekarang ini sudah punya berapa dan omsetnya gimana?
    Sejak kelas 4 SD berarti sudah puluhan tahun tentunya, sudah mendarah daging, tidah hanya hobby, tapi sudah pakarnya.

    Mungkin teman2 hanya tahu sekarang/keberhasilannya, padahal dalam perjalanan banyak suka dan dukanya.
    Saya kita patut didengar cerita2 dibalik kesuksesannya sekarang

    Tetap berkarya untuk masa depan bangsa

    Salam adem ayem, karena Mojokerto banjir

  2. salam hangat,,,, maaf, sebelumnya , saya pengen tau mengenai keunggulan puyuh lokal dan puyuh dari luar, dan gmna cara mengenal ciri2 puyuh lokal dan yg non lokal ,? mohon jawabanya trima kasih,,,,

  3. sejujurnya, namanya anak kecil yg tidak tahu apa2 tentang peternakan saya banyak dibantu kakek pak. dan peternakan di rawat alakadarnya, hanya yg perlu saya garis bawahi kakek saya orangnya bersihan, jadi kandang tu bersih kayak rumah pribadi, mungkin itu yg bikin peternakan saya sehat.

    hal paling pahit ya ketika terserang flu burung 3x berturut2, karena saya dan kakek g tahu masalah vaksinasi.

    pendapatan sech apa adanya karena kami menyilangkan sedarah, jadi biarpun banyak yg mati masih ada penggantinya dari netaskan sendiri, kan semuanya g beli,

    jenis pakanpun mulai dari netas ya pakai pakan layer yg ditumbuk, karena asli g ngerti masalah teori peternakan, apa itu starter apa itu layer dan lain2.

    apalagi saya sibuk sekolah dan kuliah, setelah semua kelar, saya asli berguru ke pak Slamet Wuryadi (SQF), dari stu teori serta pengalaman saya ambil hikmahnya, karena teori belum tentu bisa diaplikasikan di lapangan yg berbeda, ada unsur pengalaman disini.

    pak slamet dgn ilmu dan pengalaman pembibitannya, bekerja sama dengan pihak Lanang QF terus melakukan riset yg lebih ke pembibitan.
    peternakan saya di jember hanya sebagai sample pak, karena rencananya tahun 2012 saya bikin kandang baru.

    untuk sementara ini peternakan saya joinan dengan pihak SQF jadi peternakan saya ada di Sukabumi juga, karena terlalu jauh untuk pengontrolan tahun 2012 saya berniat dipindah semua ke jember,

  4. berarti, termasuk pak selamat wuryadi juga pindah ke jember ya? berarti malah kami dan rekan-rekan di jabar jadi malah jauh dong. terima kasih.

    • tidak mbak nurul, pak selamet mah tetap di sukabumi, hanya demi perluasan pembibitan kami di jember juga akan membangun kandang baru yg lebih modern sebagai percontohan di daerah jermber dan sekitarnya.

  5. Mas Sholehuddin, kalau boleh tahu alamat dan nomer kontak yang bisa dihubungi. Saya juga orang Jember ingin memulai beternak burung puyuh petelur. Saya mau tanya-tanya banyak masalah burung puyuh kepada Mas Sholehuddin. Itupun kalau Mas Sholehuddin berkenan.
    Terima kasih sebelumnya.
    Alamat & No. Kontak bisa dikirim via email/no. hp saya:
    email: bapakdayat@gmail.com
    telp: 087757574257

  6. mas saya rochmad
    mahasiswa semester 4 di salah satu perguruan tinggi negeri di malang
    saya ingin mencoba berternak burung puyuh
    tolong saran dan ilmu dari mas..hhe

    terimakasih

  7. Assalamu’alaikum Marhaban ya Ramadhan. saya ingin belajar beternak puyuh dan saya tinggal di Curah rejo desa Sukamakmur, kec, Ajung Jember.saya punya ruangan kosong 3x6m.saudara sarankan untuk ternak puyuh, tapi saya benar-benar tidak faham, untuk senang sekali jika ada yang mau berbagi.(Siti Chosidah)

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s