Mengisi Liburan Akhir Pekan [Aktivitas Hari Libur]

Saya dulu kurang ngeh dengan istilah libur akhir pekan. Maklum orang swasta.

Ternyata sampai sekarang, libur akhir pekan malah ada yang dua hari ya, Sabtu dan Minggu. Tentu untuk yang lima hari kerja.

Sebagai selingan waktu dari rutinitas kerja harian, libur akhir pekan diisi dengan aktivitas apa saja?
Baiklah. Hanya sekedar memperhatikan. Bukan iri. Soalnya peternak puyuh tidak mengenal liburan sih. Hehe.. Bahkan di hari lebaranpun, tetap harus membagi waktu antara acara lebaran dan bersenda gurau dengan puyuh-puyuh kesayangan.

Kembali ke topik.

Hanya dari memperhatikan dan mengamati saja, bagi yang mengenal adanya libur akhir pekan, dengan beberapa kegiatan, mumpung liburan. Antara lain:

1. Tidur.

Tidur merupakan relaksasi untuk memulihkan kembali kondisi badan yang capek setelah terus menerus 5 atau 6 hari bekerja. Tentu tidak mungkin 24 jam tidur menerus. Maksudnya, waktu-waktu yang biasanya menjadi jam kerja, digunakan untuk tidur.
Bolehlah dianggap juga malas-malasan, tidur-tiduran, glethekan, leyeh-leyeh.

2. Main game.

Kegiatan main game ini juga ada yang memakainya untuk mengisi liburan akhir pekan. Bahkan game yang memerlukan waktu lama, bisa 5 jam, 7 jam, atau bahkan 12 jam.
Bisa menjadi sarana refreshing hiburan selama liburan. Bisa-bisa dari main game, juga memunculkan inspirasi untuk berbuat hal yang positip. Jadi saya kira, tidak selamanya main game itu negatif. Terlepas dari pandangan atas logho ataupun spending time buang-buang waktu, dan lain-lain.

3. Bersih-bersih rumah.

Banyak juga yang mengisi liburan akhir pekan dengan bersih-bersih rumah. Lho, apakah kalau tidak liburan lantas tidak pernah membersihkan rumah? Tentu saja ya tetap membersihkan.
Tapi di libur akhir pekan, beres-beres atau membersihkan rumah ini bisa lebih total, mulai dari kamar, bahkan mungkin halaman dan lingkungan sekitar, yang kurang mungkin dikerjakan pada hari tidak libur.
Untuk yang ini barangkali tidak berlaku bagi yang menggunakan jasa pembantu rumah tangga maupun pekerja serabutan.

4. Wisata, tamasya, piknik, jalan-jalan.

Nah, ini dia. Wisata, tamasya, piknik, jalan, sepertinya termasuk favorit acara mengisi hari libur ya. Malah bisa seperti menjadi gaya hidup, lifestyle.
Buktinya, tempat-tempat lokasi wisata, demikian ramai jika musim liburan. Rehat, istirahat, refreshing, penyegaran kembali setelah beberapa hari serasa penat ditumpuk pekerjaan.

5. Bersama kumpul keluarga.

Sepertinya untuk mengisi yang ini, kumpul bersama keluarga menjadi hal yang langka dan belum tentu bisa dilakukan setiap saat. Namun coba bayangkan, ada lho saudara saya di Jakarta yang sekeluarga nyaris seolah-olah tidak pernah bertemu. Hanya di hari liburlah mereka bisa ngumpul bersama-sama. Entah itu dengan diisi acara, atau sekedar menonton televisi bareng-bareng.

6. Apel, pdkt, pendekatan ke kekasih atau pengakraban dengan keluarga kekasih.

Hm.. Ini khusus untuk yang masih jomblo ya.. Dan lebih pada hubungan serius. Ehm… Maaf, jadi batuk.

7. Mengaji.

Wow…. Ada lho yang liburan atau pakansi diisi dengan mengaji. Entah mengaji sendiri dengan membaca Al-Qur-an, atau mengaji di majelis-majelis pengajian. Siapa tahu ada pesantren khusus liburan.

Jamaah… Ooo…. Jamaah….

8. Menambah keahlian.

Tidak menutup kemungkinan walaupun sudah mempunyai pekerjaan tetap, mengisi liburan bisa dengan kegiatan menambah keahlian. Mungkin agar dipakai untuk mencari hasil sampingan, atau…. Persiapan besok kalau pensiun bagi yang PNS, daripada nanti bingung atau malah post power syndrome. Tidak ada jeleknya belajar sesuatu keahlian sekarang juga. Tidak ada ruginya.
Mungkin mau belajar beternak burung puyuh. Boleh, silahkan silahkan, hubungi peternak puyuh petelur terdekat. Atau simak terus blog PUYUH JAYA. Belajar bersama. Berlatih bersama. Mencari. Dan berbagi. Atau… Siapa tahu diantara yang menuliskan komentar adalah satu kota dengan Anda? Bisa Anda hubungi dan minta saja diajari. Peternak puyuh itu geleman lho kalau ngajari.

Bagaimana dengan Anda? Liburan atau hari libur kali ini, diisi dengan aktivitas apa?

Salam sejahtera dan sukses selalu.
Terima kasih telah menyimak.

[Puyuh Jaya]
Email: puyuhjaya@gmail.com

*gambar pinjam dari email FunAndFunOnly.org

About these ads

5 responses to “Mengisi Liburan Akhir Pekan [Aktivitas Hari Libur]

  1. Belajar nulis biar jadi orang pintar seperti puyuhjaya

    Kalau saya sebenarnya tidak istilah libur dalam arti tidak ada kegiatan yg berarti, justru hari tidak masuk kerja rutin/kantor saya isi dg kegiatan bersih-bersih terutama kandang pencetak dolar kesayangan dan juga kalau ada acara di luar seperti undangan dll

    Pada umumnya orang menggunakan hari lebur dg keluar rumah untuk ketempat rekreasi atau mencari hiburan yg bisa melepas kejenuhan setelah kerja keras selama 5 atau 6 hari, itu juga sah-sah saja bahkan juga perlu.

    Tapi menurut gue, ada satu hal hal tidak boleh dilupakan yaitu mencocoba untuk mengevaluasi kerja atau usaha kita selama 1 minggu dan merancang satu minggu berikutnya, insaalloh kerja atau usaha kita akan terus meningkat, karena selalu kita evaluasi dan mencari kekurangan2 untuk diperbaiki hari berikutnya.

    Namun ada juga yg sangat penting yaitu menghitung-hitung perbuatan kita selama satu minggu apa saya yg baik dan apa saja yg kurang baik, sehingga kita bisa menghisap/menghitung amal kita,
    Jadi hisablah amal kita sebelum Alloh menghisabnya/meninggal

    Demikian sedikit tambahan dari hamba Alloh yg selalu ingin hari ini/minggu ini lebih baik dari hari kemarin, sehingga menjadi orang yg beruntung.
    Sedangkan kalau hari ini kita sama dg hari kemarin kita termasuk orang yg rugi
    Dan apabila kita hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka kita termasuk orang yg celaka, wallohhu uaklam

    Salam sejahtera dan terimakasih yg mau membacanya.

    • Terima kasih untuk Hamba Alloh yang telah berkenan menuliskan komentar di artikel ini, sehingga menjadi lebih lengkap.

      Mengenai pintar, jika sudah pintar, tentu tidak mau lagi belajar. Sedangkan puyuhjaya menulis, masih dalam rangka belajar dan belajar. Sehingga masih sangat terlalu jauh untuk dianggap pintar. Sebab tingkat disebut pintar, ibarat laut dalamnya tidak terukur. Ibarat langit, tingginya tak terhingga, sampai di atas langit pun masih ada langit, dan terus saja tidak ada finishnya.

      Saya kira lain Pak Hamba Alloh, antara pintar dan merasa pintar. Untuk yang merasa pintar, jangankan dalamnya lautan tingginya langit, bahkan di dalam tempurung pun sudah merasa paling pintar.

      Karena itu mari kita belajar bersama, berlatih bersama, mencari, dan berbagi. Yang sudah tahu, semoga mau mengajari yang belum tahu. Bagi yang belum tahu, jangan malu untuk bertanya dan mencari tau.
      Begitu kan, Pak Hamba Allah?

      Untuk masukan dari Pak Hamba Alloh, kalo berkenan saya masukkan no. 9 yaitu mengisi hari libur dengan introspeksi, evaluasi, dan renungan. Diiringi doa.

      Semoga hari-hari ke depan kita senantiasa diberi kebaikan yang lebih baik dari sebelumnya. Amiiiin..

      Salam sejahtera dan hormat selalu.

  2. Ada cerita, mungkin berguna bagi kita semua

    Ada seoarang petinju nasional mau ke amar kecil, lalu sepatunya di letakkan di luar dg diberi tulisan jangan ambil sepatu ini, karena ini milik petinju nasional.
    Tapi apa yg terjadi, setelah petinju selesai baung air kecil, teryata sepatunya hilang dan ada tulisan, pengambil sepatu adalah pelari tingkal internasional.

    Apa arti cerita diatas?
    Bahwa manusia tidak ada yg sempurna/paling pintar atau hebat, karena di atas langit masih ada langit atau pepatah mengatakan
    Sepandai0pandai tupai melompat akhirnya bisa jatuh juga

    Salut untuk puyuhjaya yg masih mau membaca tulisan yg tidak ada maknanya ini

    Trim, salam keberkahan untuk kita semua

    • Terima kasih untuk saudara yang memakai nama Orang hina.
      Sungguh mengingatkan bahwa kita adalah al faqir Ilaihi Ta’ala. Hanya kepada-Nya kita berserah diri.

      Cerita dengan makna yang sangat dalam. Bagaimana pelari tingkat nasional seyogyanya tidak perlu lagi menyematkan ‘warning’ inilah milik pelari tingkat nasional. Yang penting adalah bukti keunggulan prestasi tanpa perlu menepuk dada.

      Tentu saya selalu menyimak, apalagi untuk petuah yang mengandung hikmah seperti ini.

      Salam keberkahan senantiasa semoga terlimpah untuk kita semua. Amiiin.

  3. 1 lagi bozzz.
    Membantu orang tua kerja.

Silahkan Menuliskan Komentar di Sini [Trima Kasih]

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s